Kamis, 17 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Hari Bermuhammadiyah jadi Motor Penggerak Roda Ekonomi Umat

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Hari Bermuhammadiyah jadi Motor Penggerak Roda Ekonomi Umat

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PONOROGO – Hari Bermuhammadiyah yang diselenggarakan oleh Wilayah, Daerah, Cabang, maupun Ranting Muhammadiyah tak sebatas klangenan dan siraman rohani, tapi jadi motor penggerak roda ekonomi.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad pada Ahad (5/7) dalam Hari Bermuhammadiyah Gembira Ponorogo, di Kampus UMPO.

Jamal menjelaskan, dalam Hari Bermuhammadiyah maupun pengajian ahad pagi biasanya tak sebatas siraman rohani melalui pengajian, tapi juga ada pameran, bazar, dan jualan UMKM.

“Kenapa?, karena salah satu pilar yang ditetapkan muktamar di Makassar adalah ekonomi,” ungkap Jamaludin Ahmad.

Oleh karena itu, Jamal berharap Hari Bermuhammadiyah bisa diselenggarakan pada setiap tingkatan kepemimpinan, mulai dari wilayah, daerah, cabang, bahkan ranting. Dan puncaknya Hari Bermuhammadiyah adalah muktamar.

“Di muktamar itulah kita bisa melihat gembiranya warga Muhammadiyah. Ada ekonomi, ada apa saja tumpah ruah di situ,” imbuhnya.

Di sisi lain, keberadaan suatu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai bidang dapat berkontribusi memutar roda ekonomi umat, sehingga keberadaan Muhammadiyah betul-betul dirasakan manfaatnya.

Sementara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Muhammad Syafrudin menjelaskan, agenda Hari Bermuhammadiyah bagi warga Muhammadiyah tak sebatas tholabul ilmi, tapi juga tholabul ukhuwah.

Selain itu yang tak kalah penting adalah melalui agenda Hari Bermuhammadiyah, ekonomi dan bisnis milik warga Muhammadiyah ikut berputar. Maka dia mengajak untuk memanfaatkan momen ini dengan maksimal.

“Alhamdulillah laporan yang saya baca dari teman-teman panitia hari ini ada 39 stan, 16 dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah, kemudian selebihnya adalah dari amal usaha kita,” ungkapnya.

Apresiasi disampaikan oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Menurutnya Muhammadiyah selalu menghadirkan program yang istimewa. Keistimewaan tersebut dilihat dari proses dan hasilnya.

“Kami seperti sedang menyaksikan potret kecil Muhammadiyah di Ponorogo di sini. Gerakan dakwahnya, amal usahanya, lembaga pendidikannya, hingga gerakan sosialnya terpotret di sini,” katanya.

Tinggalkan Balasan