Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Lebaran di Zliten, Kader Muhammadiyah Hidupkan Tradisi Nusantara di Libya

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Lebaran di Zliten, Kader Muhammadiyah Hidupkan Tradisi Nusantara di Libya

MUHAMMADIYAH.OR.ID, ZLITEN – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H menghadirkan nuansa berbeda bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Universitas Al-Asmarya, Zliten, Libya. Tahun ini, penetapan 1 Syawal di Libya bertepatan dengan ketetapan Muhammadiyah, yakni Jumat, 20 Maret 2026, sebagaimana juga terjadi di Mesir, Arab Saudi, Tunisia, dan sejumlah negara lainnya.

Berbeda dengan kemeriahan takbir keliling di Indonesia, malam Idulfitri di Libya berlangsung tenang. Aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan di kediaman masing-masing sebelum suasana berubah menjadi ramai pada pagi hari. Meski secara umum perayaan Iduladha di Libya lebih semarak dibanding Idulfitri, kehangatan lebaran tetap terasa di tengah kesederhanaan.

Nuansa khas Indonesia tampak kuat di lingkungan asrama mahasiswa. Tradisi open house diadaptasi menjadi “open room”, di mana kamar-kamar asrama disulap menjadi ruang tamu yang menyajikan beragam hidangan Nusantara. Menu seperti rendang, lontong, dan pempek, serta camilan khas seperti nastar, putri salju, dan rujak petis, menjadi pengobat rindu akan kampung halaman.

Para mahasiswa saling berkunjung dari satu kamar ke kamar lainnya, menyerupai tradisi silaturahmi antarwarga di Indonesia. Kehangatan suasana semakin terasa dengan kehadiran mahasiswa dari berbagai negara yang turut meramaikan perayaan tersebut.

Memasuki hari kedua Idulfitri, suasana semakin semarak dengan digelarnya Festival Mazar di Zawiyah Syekh Abdussalam Al-Asmar. Ribuan orang memadati lokasi tersebut dalam rangkaian kegiatan yang diisi dengan lantunan selawat, tabuhan hadrah, serta pameran kitab. Festival tahunan ini menjadi ajang pertemuan antara warga lokal dan pendatang untuk berziarah sekaligus mempererat kebersamaan.

Tradisi ini berakar dari kebiasaan Syekh Abdussalam Al-Asmar Al-Faituri yang pada masa hidupnya menerima kunjungan murid-murid dari berbagai negara setiap hari kedua Idulfitri. Tradisi tersebut terus berlangsung hingga kini sebagai bagian dari warisan spiritual masyarakat setempat.

Pada momentum yang sama, para mahasiswa juga mengunjungi rumah para masyayikh halaqah mereka. Sambutan hangat disertai suguhan bazin, makanan khas Libya, serta aneka camilan manis menambah keakraban antara guru dan murid.

Selain itu, Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Zliten menggelar Halalbihalal di Auditorium Qism Dakhili, Al-Asmarya Islamic University pada Senin, 4 Syawal 1447 H (23 Maret 2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga mempererat ukhuwah melalui sesi permainan interaktif dan makan bersama dengan hidangan khas Nusantara.

Ketua Umum PRIM Zliten periode 2025–2026, Iflah Anugerah Ramadhan, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf mewakili pribadi dan pimpinan. Ia juga menegaskan pentingnya menghadirkan gerakan Muhammadiyah yang mampu memberi warna bagi dunia Islam di Libya pasca-Idulfitri.

Ia turut mengapresiasi kekompakan warga Muhammadiyah di Zliten dalam menghidupkan dan mengembangkan persyarikatan di kota yang dikenal sebagai Kota Seribu Penghafal Al-Qur’an tersebut.

Tinggalkan Balasan