MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menyelenggarakan Kopdar Akbar SUMU 2026 pada 31 Januari–1 Februari 2026. Kegiatan nasional ini diikuti oleh sekitar 200 pengusaha Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kopdar Akbar SUMU 2026 menjadi wadah silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan jejaring pengusaha Muhammadiyah. Lebih dari itu, forum ini meneguhkan peran kewirausahaan sebagai bagian tak terpisahkan dari dakwah dan tajdid Muhammadiyah dalam membangun ekonomi umat yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa Islam sebagaimana dipahami Muhammadiyah merupakan din al-hadharah atau agama peradaban yang menghadirkan pencerahan (tanwir) dalam seluruh dimensi kehidupan, termasuk dalam pengelolaan ekonomi dan praktik usaha.
“Dakwah ekonomi Muhammadiyah harus menjadi instrumen pembebasan dan pemberdayaan umat, bukan sekadar sarana pertumbuhan kapital,” ujarnya.
Ghufron menekankan pentingnya paradigma Allah-centric entrepreneurship, yakni pengelolaan usaha yang menempatkan nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai fondasi utama. Dalam perspektif ini, kekayaan dipahami sebagai amanah yang harus dikelola secara adil dan didistribusikan melalui instrumen zakat, sedekah, dan wakaf, sekaligus melalui penguatan ekosistem usaha yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti urgensi redefinisi makna successful entrepreneurs dan successful companies di kalangan pengusaha Muhammadiyah. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak semata diukur dari capaian finansial, tetapi dari sejauh mana usaha tersebut mampu memberdayakan sumber daya manusia, menciptakan kemakmuran kolektif, serta membangun lingkungan internal dan sosial yang tumbuh sebagai aghniya—yakni kondisi kecukupan ekonomi yang melahirkan kemandirian, martabat, dan kemampuan untuk berbagi.
Di tengah tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, kemiskinan ekstrem, konflik kemanusiaan, dan kerusakan lingkungan, SUMU mendorong lahirnya model-model usaha yang berorientasi pada keberlanjutan dan solusi kemanusiaan. Orientasi ini sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam Berkemajuan sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Melalui Kopdar Akbar SUMU 2026, SUMU berharap terbangun jejaring pengusaha Muhammadiyah yang semakin solid serta lahir langkah-langkah kolektif dalam pengembangan ekonomi umat yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan dan semangat pencerahan.






