Minggu, 27 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Yayasan Masjid PB Soedirman dan Lazismu Ajak Siswa Peduli Penyintas Bencana Sumatera

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Yayasan Masjid PB Soedirman dan Lazismu Ajak Siswa Peduli Penyintas Bencana Sumatera

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pendidikan karakter tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik nyata yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat tolong-menolong. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan oleh siswa dan siswi di lingkungan Yayasan Masjid Panglima Besar (PB) Soedirman, Cijantung, Jakarta, melalui kegiatan penggalangan dana bagi penyintas bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Dari kegiatan tersebut, berhasil dihimpun dana sebesar Rp261.305.474 yang bersumber dari infak dan sedekah siswa mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK, serta para guru dan karyawan yayasan di wilayah Jakarta dan Bekasi.

Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Endang Titiek Soerjandari, saat penyerahan bantuan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (28/1).

“Kami dari yayasan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah banjir dan longsor di Sumatera. Keluarga besar Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman turut berduka dan prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh,” ujar Endang.

Ia menegaskan bahwa semangat penggalangan dana ini dilandasi oleh ajaran Islam tentang saling tolong-menolong. “Islam mengajarkan untuk saling membantu. Spirit inilah yang menjadi landasan kami untuk saling menguatkan, khususnya bagi saudara-saudara kita di Sumatera yang telah diuji sejak November tahun lalu,” tambahnya.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Lazismu sebagai lembaga amil zakat yang dipercaya amanah dan profesional. Endang juga menjelaskan alasan pelibatan siswa dalam proses penyerahan donasi. “Kami mengajak perwakilan siswa agar mereka dapat menyaksikan langsung proses penyaluran bantuan, sehingga nilai kebersamaan dan kepedulian benar-benar tertanam dalam diri mereka,” ungkapnya.

“Insyaallah bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penyambung asa bagi para penyintas. Ini bukan kali pertama kami bersinergi dengan Lazismu, dan kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terus terjalin,” pungkas Endang.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman atas kepercayaan yang diberikan. “Donasi kemanusiaan untuk penyintas di Aceh dan Sumatera akan segera kami salurkan. Sejak November lalu, Lazismu telah berkoordinasi dengan MDMC dan berbagai pihak untuk menerjunkan relawan ke wilayah terdampak,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa yayasan tersebut sebelumnya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Lazismu untuk Palestina. “Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui jalur Yordania dan Mesir. Saat ini, Lazismu tengah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sementara di Aceh penyaluran bantuan kemanusiaan masih terus berlangsung,” tuturnya.

Perkuat Pendidikan Karakter

Langkah pedagogis Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman dalam mengimplementasikan pendidikan karakter ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diwakili Arif Jamali Muis. Menurutnya, keterlibatan langsung guru dan siswa dalam kegiatan kemanusiaan jauh lebih bermakna dibandingkan pembelajaran yang berhenti pada aspek kognitif.

“Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan seperti saling tolong-menolong merupakan praktik nyata dari pendidikan karakter. Anak-anak kita sering kali sudah paham secara teori, tetapi berhenti di ranah kognitif tanpa pendalaman dan penerapan,” ujarnya.

Ia menilai, pendidikan karakter di Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman tidak hanya diajarkan melalui materi tentang infak, sedekah, dan zakat dalam pelajaran agama Islam, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. “Anak-anak tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga diajak bertemu langsung dengan pengurus dan amil Lazismu, sehingga mereka memahami peran Muhammadiyah dalam kerja-kerja kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara itu, Arina Maharani, siswi SMA Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman kelas XI, menyampaikan bahwa kegiatan ini menumbuhkan empati dan kepedulian di kalangan pelajar. “Kami bersama keluarga besar yayasan menghimpun dana untuk peduli terhadap penyintas banjir di Sumatera. Kami ingin menunjukkan empati dan kepedulian. Untuk teman-teman di sana yang mengalami kendala pendidikan, jangan putus asa karena pendidikan bisa diperoleh dari mana saja,” katanya.

Penyerahan donasi secara simbolis disaksikan oleh para guru, pengurus yayasan, siswa, serta jajaran pimpinan Lazismu Pusat, di antaranya Wakil Badan Pengurus Lazismu Pusat Barry Adhitya, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, dan Direktur Fundraising Lazismu Pusat Mochamad Sholeh Farabi.

Tinggalkan Balasan