MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dalam upaya memperkuat pemahaman Ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sejumlah mahasiswa dan civitas Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro laksanakan rihlah ilmiah ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (17/1).
Upaya tersebut disambut baik Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, baginya sudah sepatutnya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) memiliki pemahaman ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang mendalam. AIK menjadi bekal utama para civitas dan mahasiswa PTMA dalam beraktivitas di lingkup persyarikatan.
“Kita punya aturan sendiri. Kita harus membawa membawa citra sebagai mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah,” tegas Irwan.
Maka bagi mahasiswa Muhammadiyah, kebebasan dan kemandirian dalam berkegiatan akademik maupun non-akademik tetap harus berpegang teguh pada ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Karena sejatinya, itulah yang menjadi karakter pembeda antara mahasiswa Muhammadiyah dengan yang lainnya.
“Seni yang bisa membawa dakwah persyarikatan Muhammadiyah. Olahraga yang bisa membawa dakwah persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.
Sementara itu Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Ibnu Habibi menyebutkan bahwa kegiatan rihlah ke PP Muhammadiyah Yogyakarta bukanlah pengalaman kali pertama bagi mereka. Rihlah ini telah menjadi budaya tahunan STIT Muhammadiyah Bojonegoro dalam mengedukasi para mahasiswanya terkait kemuhammadiyahan.
“Kami mengadakan acara ini adalah untuk menguatkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kita,” ungkap Ibnu.
Lebih lanjut, bertepatannya rihlah ilmiah kali ini bersamaan dengan momentum peringatan Isra’ Mi’raj. Bagi Ibnu, turut menjadi bahan refleksi bersama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneladani Rasul-Nya, dan mendalami pemahaman persyarikatan Muhammadiyah.
“Maka kalau kita kaitkan dengan peristiwa Isra Mi’raj yang baru saja kita peringati bersama, bahwa setelah adanya kesusahan, setelah adanya kepayahan, itu harusnya kita bahagia,” katanya.
Oleh sebab itu, ia berharap mahasiswanya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk aktif menggali dan memperkaya pemahaman tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan langsung dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (fiya)






