Minggu, 27 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Helmy Yahya: Gen Z Miliki Potensi Besar Jadi Garda Terdepan Kedermawanan Bangsa

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Helmy Yahya: Gen Z Miliki Potensi Besar Jadi Garda Terdepan Kedermawanan Bangsa

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Indonesia diakui memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi. Di antara masyarakat antar generasi yang ada, Generasi Z atau Gen Z, ternyata memiliki jiwa kedermawanan atau kepedulian yang begitu tinggi.

Demikian diungkapkan seorang public figure Helmy Yahya saat mengisi talkshow dalam kegiatan Kick Off Program Ramadan 1447 H Lazismu pada Kamis (15/1) di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA.

Misalnya, seperti di tengah bencana di Sumatera yang saat ini sedang proses pemulihan. Banyak sekali anak muda yang terpanggil, bahkan sampai berbulan-bulan menjadi relawan.

“Tinggal bagaimana generasi muda ini lebih diarahkan. Mereka berorganisasi  rapi, ada pembukuannya,  menurut saya ini bisa menjadi satu yang kita bisa jadikan untuk memperkuat, meng-amplify kegiatan kedermawanan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Problem hari ini ialah banyak orangtua atau orang dari generasi berbeda yang meremehkan Gen Z. Padahal, mereka memiliki potensi yang sangat besar untuk berdiri di garda terdepan.

Dari segi keuangan, lanjut Helmy, memang mungkin masih kecil. Ada penelitian, “Tahun 2030 atau 2035, generasi yang paling kaya tuh Gen Z. Kenapa? Mereka lah yang lebih menguasai teknologi,” jelasnya.

Lebih lanjut, menyambung soal charity dan kedermawanan, Helmy juga menjelaskan pentingnya ekosistem zakat untuk membantu penuntasan kemiskinan. Menurutnya selain materi, perlu adanya pengedukasian sebagai bekal bagi penerima zakat.

“Saya pikir bagaimana kita memberikan kail ya, nggak cuma ngasih makan aja gitu. Makan kan sekali dimakan juga habis gitu. Bagaimana Lazismu dan lembaga-lembaga lain tuh lebih memberikan kail gitu ya, memberikan edukasi, memberikan bekal. Itu yang diperlukan,” terangnya.

Muhammadiyah sendiri, dinilainya telah melakukan suatu hal yang bagus dalam hal ini. Utamanya talam pemberdayaan difabel dan lansia.

“Saya senang sekali Muhammadiyah itu concern-nya di pendidikan sama di kesehatan. Nomor tiganya tuh perekonomian,” ujar Helmy. (janu)

Tinggalkan Balasan