Minggu, 25 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Identitas Keorganisasian Jadi Kunci Kemajuan Muhammadiyah

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Identitas Keorganisasian Jadi Kunci Kemajuan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan amanat dalam agenda Milad ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Haedar menekankan pentingnya Muhammadiyah menjaga identitas organisasi dan merawat spirit Islam berkemajuan sebagai motor penggerak pembangunan Muhammadiyah untuk peradaban yang unggul.

Pertama, dalam mengulas konsep kemajuan Haedar memaparkan konsep yang dipaparkan dalam buku bertajuk Enlightenment Now yang ditulis oleh Steven Pinker pada tahun 2018. Buku tersebut, kata Haedar, menjelaskan tentang bagaimana kemajuan peradaban barat modern ditopang oleh akumulasi empat pilar utama dan tidak terjadi begitu saja.

“Steven membahas tentang peradaban barat modern yang dibangun di atas empat pilar utama. Satu, rasio atau kerja otak dan akal budi, kemudian yang kedua sains, ketiga humanism, dan kemudian itulah yang melahirkan faktor keempat yaitu progress, kemajuan,” jelas Haedar pada  Sabtu, (24/10) bertempat di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

Bertolak belakang dari itu, Haedar menegaskan bahwa ternyata Muhammadiyah memiliki jalan yang berbeda. Alih-alih hanya bertumpu kepada budaya organisasi, kemajuan Muhammadiyah juga dibangun di atas apa yang disebut sebagai “Organizational Identity” atau identitas organisasi. Konsep ini, jelas Haedar, sejalan kepada teori yang diperkenalkan oleh Albert dan Whetten yang di tulis pada tahun 1985.

“Bahwa organisasi bangsa itu dibangun di atas identitas. Kita harus mengetahui siapa kita dan akan berbuat apa kita dengan karakter yang kita miliki,” pesan Haedar.

Maka dari itu, identitas keorganisasian Muhammadiyah perlu berakar kuat pada karakter Islam modern yang melampaui zaman. Dengan kata lain, Muhammadiyah harus terus menempatkan Islam sebagai Dinul Hadarah, agama yang menjunjung tinggi peradaban, dan membawa kemajuan.

Diakhir Haedar berpesan kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah, ‘Aisyiyah yang berada dalam ekosistem Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) untuk senantiasa merawat etos kemajuan tersebut.

“Spirit membangun peradaban, spirit membangun kemajuan, spirit yang selalu melahirkan etos kemajuan. Itulah yang membuat kita maju. Selama kita bisa merawat itu, maka insya Allah Muhammadiyah dan seluruh PTMA, serta amal usahanya akan terus tumbuh maju, berkembang, berkemajuan dan unggul ke tingkat yang terbaik,” pungkasnya. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan