Rabu, 28 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

MPM Muhammadiyah Dorong Perdes untuk Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
MPM Muhammadiyah Dorong Perdes untuk Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

MUHAMMADIYAH.OR.ID, CIREBON – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Implementasi Program Desa Migran Berkemajuan pada Sabtu, (24/10) di Aula FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

Mengangkat tema “Pembelajaran Praktik Baik dan Penguatan Kolaborasi Multipihak dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Migran,” FGD ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program SaranMu (Sahabat Migran Berkemajuan) guna memberdayakan masyarakat pekerja migran.

Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah, Irvan Mawardi menegaskan komitmen MPM dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pekerja migran, ia menyampaikan keberpihakan MPM PP Muhammadiyah secara historis sudah dimulai sejak 2005.

“Isu buruh migran memegang peranan krusial mengingat status mereka sebagai pahlawan devisa, yang tercermin pula dalam perubahan regulasi dari TKI menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI),” tuturnya.

Sejak 2005, MPM PP Muhammadiyah konsisten menjalankan advokasi di ranah ini, hingga kemudian dipertegas melalui mandat Muktamar ke-48 di Solo sebagai wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam melindungi kelompok rentan.

Irvan mendorong langkah konkret terkait legalitas di tingkat desa berupa peraturan desa (Perdes) mengenai perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran, Menggandeng Fakultas Hukum UMC, Irvan berharap pihak FH memberikan pendampingan dalam penyusunan legal drafting.

“Tingginya pemahaman hukum warga Cirebon membuka ruang besar bagi FH UMC untuk memelopori penyusunan legalitas perlindungan pekerja migran. Kebijakan nasional harus berdampak nyata di tingkat akar rumput,” katanya.

“Melalui perumusan Perdes di Suranenggala, kami memastikan perlindungan hukum hadir langsung di desa asal demi menjamin keselamatan para pahlawan devisa sedari awal,” imbuh Irfan.

Di samping itu Muhammad Fajrus Shodiq selaku Koordinator Program Desa Migran Berkemajuan MPM PP Muhammadiyah memaparkan tujuan dan pilar utama program ini.

“Program ini menjadi jembatan gerakan internasionalisasi Muhammadiyah lewat PCIM dan basis akar rumput, MPM PP Muhammadiyah menggulirkan Program Desa Migran Berkemajuan di Cirebon dan Lampung Tengah. Inisiatif di dua daerah pengirim pekerja migran ini bertumpu pada kemandirian ekonomi lewat usaha camilan hari ini contohnya, pembinaan sosial dan keagamaan keluarga, serta jaminan perlindungan hukum,” pungkas Shodiq.

Di sisi lain, Wakil Rektor 1 UMC, Badawi dalam sambutannya menyampaikan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini, ia berharap FGD ini menjadi ruang praktik baik dan ajang kolaborasi berbagai pihak.

“Melalui pembelajaran praktik baik dan kolaborasi multipihak, kegiatan ini menempatkan pekerja migran sebagai aset bangsa bernilai strategis, baik dari sisi ekonomi maupun transfer pengetahuan ke daerah asal,” ungkapnya.

Menurutnya persoalan ini menuntut keterlibatan kolektif, oleh karena itu forum ini diharapkan untuk menyatukan peran dan pengaruh seluruh pemangku kepentingan dalam menghasilkan solusi berkelanjutan.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang berorientasi memberikan solusi bagi pekerja migran sebagai aset bangsa,” ujar Badawi.

Tinggalkan Balasan