Minggu, 27 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

APPTIMA Wujudkan Kolaborasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
APPTIMA Wujudkan Kolaborasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MEDAN –  Muhammad Arifin terpilih sebagai Ketua Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APPTIMA) periode 2026–2028. Direktur UMSU Press ini terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) APPTIMA yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada 15–17 Januari 2026.

Muhammad Arifin menggantikan Budi Nugroho yang telah memimpin APPTIMA pada periode sebelumnya. Dalam kepengurusan baru tersebut, Mujiarto dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dipercaya sebagai sekretaris, sementara Vini Wela Septiana dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat menjabat sebagai bendahara. Munas juga menetapkan struktur dan personalia kepengurusan APPTIMA periode 2026–2028.

Muhammad Arifin menyampaikan bahwa program kerja utama kepengurusannya adalah mengidentifikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang belum bergabung dengan APPTIMA.

“Terutama kampus yang belum memiliki penerbit, akan kami dorong agar segera membentuk penerbit perguruan tinggi,” ujarnya.

Saat ini, jumlah PTMA yang telah bergabung dengan APPTIMA baru sekitar 70 kampus. Ke depan, ia berharap kampus-kampus yang telah memiliki penerbit dapat saling bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan dunia literasi di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Menurutnya, penerbit tidak hanya berperan dalam penguatan literasi, tetapi juga merupakan bagian dari industri perbukuan.
“Kami berharap APPTIMA dapat menjadi ekosistem perbukuan yang sehat di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” tambahnya.

Sebagai upaya mendorong internasionalisasi penerbit PTMA, Muhammad Arifin juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Munas APPTIMA berikutnya di Malaysia. Ia menilai banyak karya dosen PTMA yang telah diterima dan dijadikan rujukan oleh perguruan tinggi luar negeri, sehingga menunjukkan daya saing pemikiran dosen PTMA di tingkat internasional.

“Kami juga akan mengikuti pameran buku internasional sebagai upaya memperkenalkan karya dosen PTMA,” jelasnya.

Selain pendekatan konvensional, ia mendorong penerbit PTMA untuk memperluas jejaring melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memanfaatkan platform digital.

“Mau tidak mau, dunia digital harus kita masuki agar tidak tertinggal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan