MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ketua Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Mujadid Rais menyampaikan dasar penting gerakan filantropi yang telah menjadi nafas Lazismu dalam melakukan kontribusi-kontribusi kemanusiaannya.
Rais menjelaskan, spirit bertauhid yang diajarkan langsung oleh pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, telah menjadi fondasi lembaga ini (Lazismu) dalam melakukan praksis-praksis sosial dan kemanusiaannya.
“Jika membaca pidato Ahmad Dahlan dalam Kongres 1922 di Cirebon tentang tali pengikat hidup, KH Ahmad Dahlan memiliki pandangan dunia yang sangat komprehensif dan aktual yaitu bicara tentang solidaritas kemanusiaan yang menunjukan bahwa pada dasarnya manusia itu harus saling bahu-membahu, membantu untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan,” jelasnya dalam Pengajian PP Muhammadiyah pada Jumat malam (19/12).
Kedua, kiprah Muhammadiyah melalui Lazismu dalam melakukan gerakan filantropi kemanusiaan telah banyak menghasilkan dampak yang nyata di lingkup-lingkup yang lebih jauh.
Ia mencontohkan peristiwa yang terjadi sebelum terjadinya bencana di Sumatera. Rais mengungkap bahwa pada saat itu Lazismu telah berkoordinasi dengan organisasi POROZ untuk merancang bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina. Namun, pada saat penyaluran bantuan akan dilakukan, kondisi bencana alam menimpa negeri ini sehingga hal ini juga membutuhkan perhatian yang serius.
“Sementara ketika kita sudah ingin berangkat menyalurkan bantuan tersebut, disaat yang bersamaan kondisi domestik juga perlu diperhatikan karena terjadinya bencana di Sumatera,” ungkapnya.
Menghadapi tantangan tersebut, Rais menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan Lazismu tetap dijalankan melalui sistem pararel. Ia bersama tim nya menegaskan bahwa langkah itu harus tetap berjalan bersamaan karena misi-misi kemanusiaan Muhammadiyah harus diletakkan sebagai fondasi bagi tata kelola modernisme dari filantropi Islam di Indonesia.
“Bencana itu datangnya seperti arisan dan bergantian, maka kemudian kami berjalan pararel antara yang nasional dan global supaya tetap sama-sama berjalan. Alhamdulillah menjelang awal Desember kemarin kita telah menyalurkan 6 kontainer bantuan untuk saudara kita di Gaza yang masuk melalui pintu Rafah dan kemudian disalurkan ke jalur Gaza,” jelasnya.
Ketiga, sebagai respon sekaligus memberikan informasi khusus kepada masyarakat, Lazismu dalam forum pengajian ini merilis secara resmi hasil dana infak jumat yang terkumpul secara nasional. Rais menyebut bahwa hingga saat ini, dana yang terkumpul telah mencapai 37 Miliar lebih yang mana hasil ini dihitung berdasarkan hitungan infak satu Jumat pekan lalu.
“Apa yang disampaikan di medsos itu tentu menjadi doa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus secara aktif menyelenggarakan instruksi edaran infak yang dikeluarkan langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” pungkasnya.
Melalui penguatan gerakan filantropi yang berakar pada tauhid dan solidaritas kemanusiaan, Lazismu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam gerakan infak dan kepedulian sosial. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas dampak kebermanfaatan dan memperkuat peran Muhammadiyah dalam menjawab berbagai tantangan kemanusiaan. (bhisma)






