MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas dalam Seminar dan Workshop Pra Konferensi dan Silaturahmi Nasional Ulama ‘Aisyiyah menekankan gambaran Islam sebagai pembawa risalah rahmat yang universal. Dalam hal ini ia mengartikan rahmat sebagai bentuk kasih sayang yang mendorong untuk memberikan kebaikan yang nyata untuk seluruh manusia.
Lebih luas, Hamim menjelaskan konsep hayah thayyibah yang mana dalam hal ini Muhammadiyah dan Aisyiyah merupakan representasi otentik dari Islam rahmatan lil alamin. Sebagaimana tercantum dalam Al Baqarah ayat 62, Hamim memaparkan bahwa Islam senantiasa menghadirkan rahmat yang bermuara kepada kebaikan, kedamaian, dan kesejahteraan.
“Rahmat adalah cinta, kasih, atau sayang yang ekspresinya memenuhi kebutuhan yang dicintai,” jelas Hamim
“Al Quran di wahyukan oleh Allah untuk memenuhi kebutuhan alam, khususnya manusia, supaya manusia dapat mewujudkan hidup baik (hayyah thayyibah) dengan sejahtera sesejahtera-sejahteranya, damai sedamai-damainya, dan bahagia sebahagia-bahagianya di dunia dan akhirat bagi semua,” tambahnya dalam acara yang diadakan pada Sabtu, (13/12) di aula lantai 2, Kantor PP Aisyiyah Yogyakarta.
Selaras dengan tema seminar dan workshop, “Konstruksi Pemikiran Ulama ’Aisyiyah: Respons terhadap Isu Keumatan dan Kebangsaan,” Sekretaris Pimpinan Pusat ’Aisyiyah, Atiyatul Ulya, menegaskan bahwa konsep kebahagiaan dan kehidupan baik tersebut harus mampu menjawab persoalan-persoalan konkret, terutama yang berkaitan dengan isu perempuan dan anak. Menurutnya, Islam sebagai rahmat harus benar-benar dirasakan dalam ruang-ruang sosial, termasuk dalam relasi keluarga.
“Maka menjadi sangat penting, para Ulama Aisyiyah untuk bersama-sama mengatasi persoalan ini sehingga Islam betul-betul dirasakan rahmatnya termasuk kepada para istri. Program tentang keluarga yang digagas oleh Aisyiyah ini sangat penting untuk terus dikaji dan diimplementasikan untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” ungkap Atiyatul. (Bhisma)






