Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

PCIM Didorong Jadi Washilah Dakwah dan Tajdid Muhammadiyah

Oleh admin • • 2 Menit Min
PCIM Didorong Jadi Washilah Dakwah dan Tajdid Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan bahwa Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) memiliki peran sebagai jembatan komunikasi antara Muhammadiyah di tanah air dan luar negeri. Baik dalam konteks pergerakan dakwah Muhammadiyah, maupun peran-peran keumatan lain.

Hal ini disampaikan Haedar saat menyampaikan Amanat dalam “Pembukaan Musyawarah Cabang Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi ke – IV pada Jum’at (31/10).

“Saudi Arabia itu punya peran khusus di kala umrah dan haji. Ini peran yang spesial banyak dilakukan untuk membantu para jamaah dan para kelompok jamaah, yang Insyaallah ini sangat bermanfaat dirasakan kaum muslimin Indonesia,” ujarnya.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, sampai saat ini telah dan akan terus menjalankan misi dakwah dan tajdid. Mulai dakwah untuk kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, hingga relasi kemanusiaan di tingkat global, sebagaimana misi rahmatan lil ‘alamin.

Sehubungan dengan Milad Muhammadiyah ke-113 pada 18 November mendatang, Haedar memberi wejangan pada kader PCIM Arab Saudi untuk memperingatinya sebagai ikhtiar, bukan hanya seremonial.

“Kader Muhammadiyah haruslah tidak hanya terfokus pada hal seremonial, tapi harus bermuhasabah menengok ke dalam, apa yang selama ini menjadi kekurangan dan kelemahan,”jelasnya.

“Sebab, tidak ada organisasi itu menjadi besar tanpa muhasabah. Tanpa introspeksi diri kita tentang kelemahan dan kekurangan,” imbuhnya.

Setelah muhasabah, sudah seyogyanya para kader melakukan ikhtiar proyeksi ke depan, agar Muhammadiyah dapat semakin berkemajuan.

“Berkemajuan itu artinya dari kualitas maupun kuantitas dalam pergerakannya sehingga memberi maslahat bagi kepemimpinan umat, bangsa, dan kemanusiaan di level global,” ungkapnya.

Di akhir, Haedar berharap apa yang telah dicapai oleh Muhammadiyah dapat menjadi cermin untuk senantiasa memahami Islam sebagai ajaran langit yang harus dikebumikan.

“Mudah-mudahan PCIM itu menjadi arena washilah untuk memperkaya ilmu, untuk mewujudkan Islam sebagai peradaban yang Al-Madinah Al-Munawaroh. Sehingga Islam itu terwujud menjadi rahmatan lil ‘alamin di dunia nyata, bukan dalam retorika,” tandasnya. (Janu)

Tinggalkan Balasan