Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Muhadjir Effendy Dorong Kampus Muhammadiyah Cetak Lulusan Berkredibilitas

Oleh admin • • 2 Menit Min
Muhadjir Effendy Dorong Kampus Muhammadiyah Cetak Lulusan Berkredibilitas

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PALANGKARAYA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy menyampaikan harapan besarnya kepada segenap civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palangkaraya untuk mencetak lulusan berkredibilitas tinggi.

Pesan itu disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah di Wisuda UM Palangkaraya, Sabtu (1/11) di Kalawa Convention Hall. Di hadapan sejumlah 2 ribu lebih lulusan program diploma, sarjana, dan pascasarjana, Muhadjir menegaskan jika segenap warga UM Palangkaraya harus memiliki pendalaman mengenai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Sebab, kata Muhadjir, orang itu ditentukan oleh pikirannya. “Tindakan seseorang lahir dari sikap dan pemahamannya. Jika pemahaman Islam dan Kemuhammadiyahannya baik, insyaallah langkah-langkahnya akan berada pada garis perjuangan Muhammadiyah,” ujarnya.

Kedua, lanjut Muhadjir, yakni pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat memberi manfaat nyata. Dijelaskannya, seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, termasuk UM Palangkaraya, memikul tanggung jawab besar untuk meningkatkan SDM di dalamnya.

“Kampus ini harus tumbuh bukan hanya besar, tetapi juga ber-credibility tinggi,” tegasnya.

Ketiga, Muhadjir mengingatkan agar seluruh warga Muhammadiyah menjauhi konflik yang hanya menguras energi tanpa hasil. Menurutnya apa yang dikatakan Rektor mengenai komitmen pengembangan RS, Kampus, dan membuka Fakultas Kedokteran, adalah cara yang bijaksana untuk tidak terjebak dalam konflik.

“Tidak ada konflik yang membuat sesuatu menjadi lebih besar dalam arti positif. Karena itu, utamakan kekompakan, selesaikan masalah dengan khidmat dan bijaksana,” pesannya.

Sejalan dengan pesan ketiga itu, Muhadjir menyinggung poin kesembilan dalam Kepribadian Muhammadiyah. Yakni membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain untuk membangun negara menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah.

Dijelaskannya, semangat inklusif seperti ini dalam Muhammadiyah harus senantiasa dijaga. “Saya mendapat laporan bahwa 30 persen mahasiswa UM Palangkaraya adalah non-Muslim. Itu hal yang baik dan tidak aneh. Muhammadiyah sangat inklusif. Di UM Kupang dan Sorong bahkan 70 persen mahasiswa non-Muslim,” ungkapnya.

Di akhir orasi, Muhadjir berpesan agar UM Palangkaraya dan para alumninya memiliki visi, misi, dan mimpi besar.  “Dengan mimpi besar akan lahir capaian besar. Para alumni sudah dibekali ilmu dan sikap yang baik, maka percayalah pada diri sendiri dan berserah diri kepada Allah SWT,” tutupnya. (janu)

Tinggalkan Balasan