Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Misi Kedatangan Islam Tak Hanya untuk Kebaikan Manusia, Tapi juga Alam

Oleh admin • • 2 Menit Min
Misi Kedatangan Islam Tak Hanya untuk Kebaikan Manusia, Tapi juga Alam

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TRENGGALEK – Agama Islam tak sekadar ritual ibadah, tapi juga hadir membawa misi mewujudkan kemaslahatan dan menjauhkan keburukan atau kerusakan dalam kehidupan manusia dan semesta.

Pesan itu disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal pada Ahad (2/11) di Pantai Taman Kili-Kili dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Trenggalek.

“Islam datang untuk dua hal, mewujudkan maslahat dan menghilangkan mudarat. Siapapun yang tidak memahami dua hal ini sejatinya belum memahami hakikat agama” ungkapnya.

Melalui bingkai pemahaman tersebut, alam dan lingkungan dalam Islam merupakan ayat Allah SWT yang harus dijaga. Sebab jika alam dan lingkungan tak dijaga – bahkan dirusak akan merugikan manusia.

Dia dengan tegas menyebut bahwa, merusak alam sama dengan mengingkari ayat Allah. Kerusakan nyata dan berdampak langsung ke manusia, katanya, seperti berubahnya pola tanam yang dialami oleh petani.

Oleh karena itu, Fathurrahman mengapresiasi gerakan inisiatif konservasi lingkungan yang dilakukan oleh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah PDM Trenggalek bersama komunitas generasi muda lain.

Secara sederhana, ajaran Islam untuk menjaga maslahat bagi semesta dapat dilakukan seperti membersihkan sampah, mengurangi penggunaan kantong plastik, serta berpartisi aktif dalam pelestarian pantai termasuk biota laut seperti penyu.

“Tindakan kecil itu merupakan bagian dari dakwah nyata yang turut menjaga kelestarian ciptaan,” tuturnya.

Melimpahnya potensi alam Indonesia, seru Fathur, akan bisa dinikmati oleh seluruh manusia apabila dijaga dengan baik – bukan malah sebaliknya. Dirinya juga mendorong pengelolaan alam berbasis energi terbarukan.

“Indonesia primadona dunia untuk energi hijau. Akan tetapi kita tidak boleh merusak kebun, mencemari sungai, atau menghancurkan hutan. Rawat alam kita maka Indonesia akan menjadi harapan dunia,” pesannya.

Selain itu, Islam juga mengajarkan tentang bagaimana cara menjaga ekosistem sosial. Membangun persaudaraan atas dasar kemanusiaan, keimanan dan seterusnya mesti dimiliki oleh warga Muhammadiyah.

“Keadilan sosial dan penghormatan terhadap sesama, termasuk mereka yang berbeda iman adalah bagian dari menjaga ekosistem sosial yang sehat,” katanya.

Tinggalkan Balasan