Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Menumbuhkan Keluarga Sakinah dengan Nilai Kejujuran dan Kasih Sayang

Oleh admin • • 2 Menit Min
Menumbuhkan Keluarga Sakinah dengan Nilai Kejujuran dan Kasih Sayang

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-113 Muhammadiyah, Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pengajian Semarak Milad pada Sabtu (1/11).

Hadir sebagai pemateri, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Jaya Putra, yang mengajak jamaah untuk membangun keluarga sakinah dengan fondasi kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang.

Menurut Budi, pernikahan dalam pandangan Islam bukan sekadar ikatan formal, melainkan “wifaqon ghalizhoh”—perjanjian yang kuat antara suami dan istri yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

“Pernikahan itu bukan sekadar hidup bersama, tetapi menyatukan dua jiwa untuk saling menumbuhkan kebaikan,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Budi memperkenalkan filosofi keluarga bahagia yang ia kemas dengan istilah khas Jawa, yaitu GUCI, LENGO, KOYU, dan GAPUK.

Ia menjelaskan, GUCI berasal dari kata “Lugu lan Suci” yang berarti jujur dan apa adanya, serta suci dalam arti tidak ada dusta di antara pasangan.

“Kejujuran itu penting agar tidak muncul keributan. Sampaikan dengan baik, jangan sampai meledak,” pesannya.

Selanjutnya, LENGO dimaknai sebagai kondisi ketika emosi memuncak. Dalam situasi seperti ini, seseorang perlu menenangkan diri agar tidak terjerumus pada kekerasan dalam rumah tangga.
“Bukan orang kuat yang pandai bergulat, tapi yang bisa menahan amarah,” kutip Budi dari hadis Nabi.

Adapun KOYU mengandung makna menyambut pasangan dengan senyum dan tawa, sebagaimana sabda Nabi, “Tabassumuka ila akhika shadaqah” — senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.

Sementara GAPUK berarti menghargai dan memuji pasangan atas apa yang diperbuat, sekecil apa pun itu. “Apresiasi sederhana bisa membuat pasangan merasa dihargai dan mempererat kasih sayang dalam rumah tangga,” jelasnya.

Selain itu, Budi juga menekankan pentingnya kebiasaan sederhana seperti memeluk pasangan sebelum bekerja. Tindakan kecil itu, kata dia, dapat memunculkan hormon kebahagiaan (dopamin) dan memperkuat keharmonisan rumah tangga.

“Hal-hal kecil yang dilakukan dengan cinta bisa menjadi sumber kebahagiaan besar dalam rumah tangga,” pungkasnya. (ghulam)

Tinggalkan Balasan