Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Mahasiswa Diaspora Diajak Menjadi Duta Bangsa yang Teguh dan Berkemajuan

Oleh admin • • 2 Menit Min
Mahasiswa Diaspora Diajak Menjadi Duta Bangsa yang Teguh dan Berkemajuan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TAICHUNG – Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, mendapat kehormatan untuk menyampaikan Khutbah Jumat di Kampus Asia University, Taichung, Taiwan, pada Jumat (31/10).

Bachtiar dalam kesempatan itu menyampaikan pesan-pesan penting tentang keteguhan iman, integritas, dan semangat kemajuan bagi mahasiswa diaspora Indonesia dan komunitas Muslim internasional.

Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban utama seorang Muslim. Ia mengutip pesan Nabi yang mendorong umat Islam untuk menuntut ilmu sepanjang hayat, bahkan hingga ke negeri jauh.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban, bahkan dianjurkan sejak buaian sampai ajal menjemput, menuntut ilmu sampai ke negeri China,” ujarnya.

Bachtiar mengakui bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri menghadapi tantangan berat, mulai dari hidup jauh dari keluarga hingga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan akademik yang baru.

“Kawan-kawan diaspora harus belajar mandiri, karena di negeri orang semua harus dihadapi sendiri sebelum memiliki lingkaran sosial yang kuat. Rindu keluarga pasti ada, tapi itulah ujian kedewasaan,” jelasnya.

Selain tantangan kemandirian, Bachtiar juga menyoroti godaan sosial dan tekanan akademik yang dapat mengganggu fokus belajar mahasiswa diaspora.

“Perbedaan budaya bisa menimbulkan gegar budaya (culture shock), belum lagi tekanan akademik yang berat. Tapi kalian harus tetap teguh sebagai duta bangsa dan duta Muhammadiyah di Taiwan,” pesannya.

Ia mengingatkan agar tantangan hidup di luar negeri tidak sampai menggoyahkan keimanan dan jati diri kebangsaan.

“Tekanan akademik dan lingkungan sosial tidak boleh melemahkan iman dan nasionalisme. Keduanya harus tetap kokoh dalam diri kita,” tegas Bachtiar.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar juga menekankan pentingnya persaudaraan lintas budaya dalam bingkai Islam berkemajuan.

“Di tengah keragaman budaya dan agama di Taiwan, spirit ukhuwah Islamiyah menjadi perekat persatuan umat. Kita satu dalam iman, satu dalam perjuangan, dan satu dalam membangun perdamaian,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Islam berkemajuan mampu menjembatani perbedaan demi terciptanya harmoni global, sembari mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik bangsa dan Muhammadiyah di kancah internasional.

Bachtiar kemudian berpesan agar mahasiswa menjadikan pengalaman belajar di luar negeri sebagai modal untuk membangun bangsa.

“Setelah menimba ilmu di sini, pulanglah dan sampaikan ilmu serta pengalaman kalian untuk kemajuan tanah air,” serunya.

Khutbah yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa Indonesia dan Muslim lokal itu menjadi bagian dari lawatan Bachtiar ke Taiwan dalam rangka memperkuat komunitas diaspora Muhammadiyah dan semangat dakwah Islam berkemajuan di Asia Timur.

“Taiwan adalah ladang dakwah baru. Mari kita wujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang mempererat ikatan ukhuwah di kalangan mahasiswa Muslim Asia University. Momen ini menjadi tonggak penting internasionalisasi gerakan Muhammadiyah, khususnya dalam membangun peradaban Islam berkemajuan di kawasan Asia.

Tinggalkan Balasan