Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Lazismu Harus Jadi Model Inovasi Sosial yang Terintegrasi dan Berdampak

Oleh admin • • 2 Menit Min
Lazismu Harus Jadi Model Inovasi Sosial yang Terintegrasi dan Berdampak

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARBARU – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, mendorong Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) untuk terus memperkuat inovasi sosial yang terintegrasi dan berdampak luas bagi masyarakat. 

Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LAZISMU 2026, yang berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (7/11)

Hilman menegaskan bahwa menjaga keberlanjutan lembaga sebesar LAZISMU bukan hal yang mudah, namun harus dilakukan dengan komitmen, kolaborasi, dan tata kelola yang baik. 

“Sebagai lembaga amal zakat nasional yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, Lazismu telah menunjukkan kinerja yang luar biasa. Kita sudah bisa membuktikan kerja bersama yang berintegritas dan profesional,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Lazismu harus menjaga integritas kemitraannya dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang (abuse of power). 

“Saya dulu menandatangani kerja sama pertama Lazismu dengan BPKH pada 2017. Sampai hari ini, kemitraan itu harus berjalan baik dan menjadi bukti bahwa Lazismu mampu menjaga amanah publik,” katanya.

Instruksi Program Kampung Berkemajuan

Lebih lanjut, Hilman memperkenalkan konsep “Kampung Berkemajuan” sebagai model pemberdayaan berbasis wilayah (area-based empowerment) yang dapay menjadi tolak ukur nyata dampak sosial Lazismu. 

“Saya mengintruksikan agar setiap provinsi memiliki minimal satu Kampung Berkemajuan sebelum Muktamar 2027. Bahkan, kalau bisa, satu provinisi dua kampung. Program ini harus punya indikator yang jelas dan terukur,” pesannya.

Hilman berharap konsep tersebut juga dapat diterjemahkan ke dalam bahasa inggris untuk dipublikasikan ke komunitas internasional, agar model pemberdayaan Muhammadiyah dapat dikenal lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Hilman juga menekankan pentingnya sinergi Lazismu dengan program prioritas pemerintah, seperti Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, serta Sustainable Development Goals (SDGs)

“Lazismu telah menjadi lembaga zakat terbaik versi Bappenas, dalam mendukung SDGs. Ke depan, Lazismu juga harus berperan dalam memperkuat ekosistem program nasional, seperti makan bergizi gratis, melalui pendampingan di sektor pertanian, dan perikanan,” ungkapnya.

Selain itu, Hilman menyinggung pentingnya riset dan pengukuran dampak sosial (impact measurement)  dalam setiap program LAZISMU. Ia menilai bahwa banyak kegiatan filantropi yang sudah berjalan baik, namun belum terdokumentasi dengan data dampak yang terukur.

“Kita harus memperkuat riset dan research and development agar setiap rupiah yang kita salurkan dapat dihitung dampaknya terhadap masyarakat, termasuk pada pengurangan putus sekolah dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Diakhir Hilman menyampaikan bahwa PP Muhammadiyah telah menerbitkan Peraturan tentang keuangan, yang memperkuat tata kelola keuangan persyarikatan secara profesional dan transparan.

“Lazismu adalah lembaga yang paling siap mengikuti peraturan baru ini. Banyak PWM kini sudah menyerahkan pengelolaan dana operasional dan infak ke Lazismu karena pencatatnnya yang rapi, prosesnya akuntabel, dan auditnya terpercaya,” tegasnya. (Ghulam)

Tinggalkan Balasan