Kamis, 17 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Jangan Biarkan Usia Mudamu Terbuang dalam Waktu

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Jangan Biarkan Usia Mudamu Terbuang dalam Waktu

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Suasana semangat bercampur gembira terpapar saat Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman menyampaikan materi tentang pentingnya memanfaatkan usia muda agar tak terbuang sia-sia oleh waktu yang disampaikannya dalam acara Pengajian dan Resepsi Milad ke-16 Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan, Universitas Ahmad Dahlan (PERSADA UAD) yang digelar di Amphitheater B, Gedung Fakultas Kedokteran UAD.

Membuka pemaparannya dihadapan para santri mahasiswa PERSADA UAD, dr. Agus menyebut bahwa usia muda adalah usia emas yang mana di usia ini manusia dapat melakukan segala hal untuk meraih impian, cita-cita, dan tujuannya.

“Usia muda ini fisiknya, energinya, semangatnya sedang hebat-hebatnya. Cuma terkadang uangnya yang tidak hebat,” jelas dr. Agus dengan disambut gelak tawa para santri mahasiswa yang hadir pada acara yang digelar Kamis malam, (8/1).

Menambahkan refleksinya, dr. Agus berpesan bahwa para pemuda harus mampu menyetting (pikiran), serta memikirkan keputusan masa depan dengan sebaik-baiknya agar dapat meraih kesuksesan yang diinginkan.

“Nabi Muhammad SAW mengingatkan untuk memanfaatkan kesempatan sebelum datang perkara lainnya. Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati,” ucap dr. Agus merujuk Hadis Riwayat Al-Hakim.

Lebih jauh, untuk mengejar rezeki sembari memberikan dampak lebih bagi masyarakat, dr. Agus memberikan pesan untuk para pemuda khususnya kader muda Muhammadiyah untuk senantiasa menyebar ilmu dan berdiaspora.

Mengutip pesan Imam Syafi’i, Agus menyakini bahwa para kader yang berdiaspora dengan tujuan mencari berkah ilmu dan pekerjaan akan pulang ke negaranya dengan banyak pengalaman yang matang.

“Imam Syafi’i mengatakan, pergilah kamu dan jangan takut memikirkan apa yang kamu tinggalkan, karena nanti Allah memberi apa yang kamu tinggalkan itu,” tuturnya.

Terakhir, Agus menambahkan pesan bahwa jika para pemuda Muhammadiyah berdiaspora maka dua hal yang tidak boleh ditinggalkan yaitu paham agama dan beristiqamah dengan segala bentuk kebaikan.

“Berdiasporalah menjadi apapun, tapi jangan lupa mendasari dengan mengenal islam sebaik mungkin dan beristiqamahlah dengan kebaikan-kebaikan yang kita miliki,” pungkas Agus. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan