Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Muhammadiyah Kokohkan Peran di Kemanusiaan Global

Oleh admin 2 Menit Min
Muhammadiyah Kokohkan Peran di Kemanusiaan Global

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Hari Relawan Internasional yang diperingati setiap 5 Desember dimaknai bukan sekadar peringatan semata, namun juga sebagai bentuk apresiasi khusus terhadap relawan global yang dengan ikhlas berkorban demi misi-misi kemanusiaan.

Turut merespons peristiwa ini, Ketua Emergency Medical Team Muhammadiyah Disaster Management Center (EMT MDMC) dr. Corona Rintawan menuturkan secara khusus bahwa komitmen Muhammadiyah dalam melakukan kerja-kerja kemanusiaan internasional akan terus digerakkan dan telah berlangsung panjang sejak lebih dari satu dekade lamanya.

“Kami sudah mengirimkan tim respons kesehatan sejak tahun 2008 tepatnya di Jalur Gaza, dan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dengan merespons gempa Nepal, krisis bencana di Myanmar, gempa di Turki,  pengiriman asistensi saat gempa Maroko, hingga penanganan banjir di Pakistan.  Jadi memang kita rutin dalam merespons bencana secara internasional,” jelas Corona dalam wawancara eksklusif pada Senin (8/12).

Satu Dekade Muhammadiyah untuk Kemanusiaan Global

Kiprahnya selama lebih dari satu dekade ini telah membawa EMT ke hasil yang nyata. Saat ini peran EMT Muhammadiyah turut melebar dalam penyusunan pedoman kemanusiaan Internasional.

dr. Corona mengungkap, EMT Muhammadiyah saat ini telah diakui secara resmi oleh WHO sebagai tim EMT berstandar Internasional. Prestasi ini telah membawa tim EMT Muhammadiyah menjadi satu-satunya EMT berstandar Internasional di Indonesia yang diakui WHO.

Tak berhenti di sana, dr. Corona turut mengungkap bahwa EMT telah menjadi partner resmi dalam program Global Outbreak Alert and Response Network (GOARN) yang juga diinisiasi oleh WHO. Dalam konteks ini,  Muhammadiyah menjadi organisasi ketiga di Indonesia yang tercatat dalam jejaring respon kedaruratan kesehatan global.

“Dalam konteks kemanusiaan internasional kita tak hanya berpartisipasi dalam pengiriman tim, tapi juga dalam pembuatan pedoman-pedomannya. Kita juga beberapa kali telah diminta mempresentasikan kerja-kerja Muhammadiyah baik di EMT Global Meeting dan di beberapa webinar internasional lainnya,” ujar dr. Corona.

“Strategi utama yang perlu kami lakukan adalah terkait screening ketat para calon anggota EMT internasional dan mengadakan gladi lapangan untuk melatih para anggota agar dapat bekerjasama dalam hal pembuatan SOP ataupun dalam pembagian tugas-tugasnya,” tambah dr. Corona.

Strategi tersebut menurutnya penting untuk terus diterapkan dalam rangka penyaringan komitmen, kesiapan mental dan dasar kompetensi.

Muhammadiyah Siapkan Langkah Progresif Pasca Verifikasi Internasional WHO

Pasca mendapatkan verifikasi Internasional WHO, EMT Muhammadiyah telah menyiapkan langkah-langkah yang progresif dalam memperluas peran kemanusiaan globalnya.

“Kita memang akan bergerak ke Palestina dan membicarakan tentang bagaimana akses dan kondisi keamanan disana. Namun disisi lain kita juga harus merespon bencana di sumatera yang terjadi cukup besar. Jadi kita harus menggerakkan tim-tim dari jawa dan beberapa EMT Nasional yang dikirim oleh beberapa RS Muhammadiyah ‘Aisyiyah untuk merespon banjir longsor di Sumatera,” tuturnya.

Menatap awal tahun mendatang, MDMC bersama Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) akan merevitaliasi standar EMT Nasional, terutama yang berbasis Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah.

Diakhir, dr. Corona juga menekankan bahwa komitmen relawan bukan hanya soal siap bekerja di lokasi bencana, namun juga komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas. (bhisma)

Tinggalkan Balasan