MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Menyampaikan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dapat diungkapkan oleh siapa saja, sebab mencintai kepada Rasulullah adalah universal tidak hanya dimiliki oleh kelompok tertentu.
Pesan itu didapatkan dari sambutan yang diberikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal pada Ahad (5/10) dalam Pengajian Ahad Kliwon yang diselenggarakan di Institut Tabligh Muhammadiyah.
Mengekspresikan cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW, katanya, bisa melalui berbagai cara, seperti membaca sejarahnya yang ditulis di berbagai kitab, di antaranya kitab Al Barzanji, Ad Diba’i, dan Kitab Simtudduror.
“Buku Barzanji ini sebetulnya kitab universal, jadi umum saja. Di satu pengajian juga saya sudah membahas Al Barzanji, Ad Diba’i, bahkan ada Simtudduror,” ungkap Fathurrahman Kamal.
Wawasan mubalig Muhammadiyah perlu untuk membuka berbagai referensi, jangan terpaku pada sedikit referensi yang kemudian menimbulkan rasa eksklusif. Mubalig Muhammadiyah juga perlu memperkuat kearifan dalam berdakwah.
Fathurrahman Kamal juga mengingatkan supaya membangun ukhuwah di tubuh umat Islam tidak cukup dipidatokan, tapi juga ‘dilakoni’. Sehingga perbedaan-perbedaan yang sifatnya pada urusan cabang tidak kemudian meruncing.
Melalui Pengajian Ahad Kliwon yang diselenggarakan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk saling bertemu, serta diharapkan menumpulkan perbedaan sehingga tidak menajam.
“Nanti kapan-kapan kita undang lagi ibu-ibu kita di ‘Aisyiyah sama Muslimat,” harap Fathurrahman.
“Jadi kita ingin memberikan satu pesan kepada umat kita, masyarakat kita bahwa kebersamaan ini, kemesraan harus ditunjukkan bukan hanya dipidatokan, tapi diwujudkan,” sambungnya.
Institut Tabligh Muhammadiyah juga membuka diri sebagai ruang nyaman bagi anak-anak muda yang ingin mengaji. Berbagai sarana dan prasarana saat ini telah disiapkan dan terus dikembangkan sehingga jemaah nyaman ketika datang.Wujudkan Cinta Rasulullah dengan Kebersamaan.
