Sabtu, 7 November 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Pilihan Hidup Menuju Kebaikan dan Ampunan Allah

Oleh admin • • 2 Menit Min
Pilihan Hidup Menuju Kebaikan dan Ampunan Allah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta Rofiul Wahyudi menyampaikan khutbah Jumat (26/09) yang penuh makna di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Dalam khutbah bertema “Pilihan Hidup Menuju Kebaikan dan Ampunan Allah,” Rofiul mengajak jemaah untuk meningkatkan ketakwaan dan memilih jalan kebaikan demi meraih ridha serta ampunan Allah SWT.

Mengawali khutbah, Rofiul mengingatkan jemaah untuk senantiasa meningkatkan ketaatan dalam bingkai takwa, dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ia juga memimpin selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, seraya berharap jemaah memperoleh syafaat beliau di hari kiamat.

“Marilah kita perbanyak selawat, semoga kita mendapatkan syafaat Rasulullah di yaumil qiyamah,” ujarnya.

Rofiul kemudian menyampaikan bahwa dalam menjalani kehidupan, manusia hanya dihadapkan pada dua pilihan: kebaikan atau keburukan. Mengutip Al-Qur’an, ia menyebutkan, “Famayn ya’mal miqqaaladz dzarrah khairan yarah” (siapa yang berbuat kebaikan sekecil apa pun akan melihat balasannya).

Allah menegaskan dalam surah Al-An’am ayat 160 bahwa kebaikan akan dilipatgandakan, sebagaimana firman-Nya, “Hal jazaaul ihsaani illal ihsan” (tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan).

Sebaliknya, keburukan juga akan berbalas setimpal, sebagaimana disebutkan, “Wamayn ya’mal sayyi’atan falaa yujzaa illaa mitslaha” (siapa yang berbuat keburukan, balasannya sesuai dengan perbuatannya).

Namun, Rofiul memberikan kabar gembira bagi mereka yang pernah berbuat salah atau berkubang dalam dosa. Mengacu pada surah At-Taghabun ayat 9, ia menjelaskan bahwa Allah menjanjikan ampunan bagi hamba yang beriman dan beramal saleh.

“Pada hari berkumpul, yaumut taghabun, semua kesalahan akan diungkap. Namun, bagi yang beriman dan berbuat baik, Allah akan menghapus dosa-dosanya dan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai fauzul ‘adzim, kemenangan yang agung,” paparnya.

Khutbah ini mengajak jemaah untuk terus memperbanyak kebaikan di setiap fase kehidupan. “Marilah kita tambah kebaikan-kebaikan kita, senantiasa berada di jalan yang lurus, siratal mustaqim, sebagaimana doa kita dalam Al-Fatihah,” ajaknya.

Ia juga mengingatkan pentingnya istighfar, dengan mengutip, “Astaghfirullahal ‘adzim, fastaghfiruu innahu ghafuurur rahiim” (beristighfarlah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).

Dalam khutbah kedua, Rofiul menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah dan diberi petunjuk menuju kebahagiaan sejati. Ia menutup dengan doa agar rintihan dan tangisan jemaah didengar serta dikabulkan Allah.

“Semoga kita senantiasa dalam bimbingan Allah, dikuatkan untuk beramal saleh, dan diijabah doa-doa kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan