MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Mengisi rangkaian Kajian Sekaten 2025 dan juga memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan nikmat besar yang harus disyukuri bersama. Dalam hal tersebut ia turut menceritakan teladan dari Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan inspirasi untuk peradaban umat manusia.
Mengacu pada buku karya Astrofisikawan, Michael H Hart berjudul “The 100: A Ranking of the Most zinfluential Persons in History”, Agus menyebut bahwa karya tersebut menempatkan Nabi Muhammad SAW berada pada peringkat teratas tokoh paling berpengaruh dunia.
“Michael H. Hart bukanlah seorang Muslim. Tapi meletakkan Nabi Muhammad di posisi pertama sebagai tokoh besar yang berpengaruh terhadap perubahan dunia,” jelas Agus pada agenda yang diadakan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Ahad, (31/8).
Agus menekankan bahwa teladan Rasulullah SAW melahirkan uswah hasanah atau keteladanan hidup, termasuk dalam menjaga kesehatan. Menurutnya, banyak orang sering menyepelekan kesehatan padahal hakikatnya kesehatan merupakan nikmat yang tidak ternilai.
“Sehat itu sering dipandang sepele, dan oleh karena itu, Kesehatan menjadi hal yang penting dan ini perlu disyukuri bersama. Kesehatan tidak bisa digantikan dengan apa pun dan maka saat ini kita bisa merasakan nikmat sehat itu harus disyukuri bersama,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kesehatan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek mental dan spiritual. Ketiga unsur tersebut, lanjut Agus, menjadi landasan bagi terciptanya kesehatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sehingga dari ketiga unsur diatas memunculkan kesehatan sosial karena manusia sejatinya memenuhi unsur-unsur tersebut,” ungkap Agus.
Terakhir, Agus juga menghimbau bahwa dalam menjaga kesehatan perlu adanya kebersihan hati. Bagi Agus, hal ini berimplikasi kuat terhadap kesehatan baik secara fisik maupun psikis manusia.
“Jika ingin sehat, harus membersihkan hati. Sehat itu berawal dari pikiran. Dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang sehat,” terangnya. (bhisma)
