MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTEN – Menyikapi dinamika politik dan gelombang demonstrasi terbaru yang terjadi di Indonesia, Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (PPNA) menyampaikan pernyataan sikap dan keprihatinan mendalamnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Windarti, Sekretaris II PPNA, dalam agenda Media Gathering, jelang Tanwir II Nasyiatul ‘Aisyiyah periode 2022–2026 di Serang, Banten.
Menurutnya, demonstrasi yang berlangsung bukan hanya menyangkut soal Undang-Undang Perampasan Aset atau isu teknis lainnya, melainkan menyangkut persoalan mendasar yaitu tentang keadilan sosial dan penderitaan rakyat.
Windarti berharap pemerintah lebih sensitif terhadap jeritan publik dan memastikan penanganan demonstrasi tidak menimbulkan korban, apalagi pada kelompok-kelompok marjinal dan sipil yang tidak bersalah.
“Ada hal penting terkait ketidakadilan dan kesengsaraan yang sebetulnya pemerintah harus sensitif akan permasalahan itu,” ucap Windarti pada forum yang diadakan pada Rabu (3/9).
Windarti juga menjelaskan bahwa dalam Tanwir NA akan merekomendasi hal-hal strategis dan praktis untuk dijadikan acuan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan. (Bhisma)
