Sabtu, 7 November 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

MPW dan Tapak Suci Muhammadiyah Kolaborasi Bangun Padepokan sebagai Sarana Dakwah

Oleh admin • • 3 Menit Min
MPW dan Tapak Suci Muhammadiyah Kolaborasi Bangun Padepokan sebagai Sarana Dakwah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Kolaborasi Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) adakan donor darah dan kick off program wakaf melalui uang untuk pembangunan Padepokan Tapak Suci pada Sabtu (27/9) di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta.

Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais membuka secara langsung acara ini. Dahlan mengingatkan tentang pentingnya wakaf dan berfilantropi. Menurutnya, kegiatan itu berdampak secara vertikal ke Allah SWT dan juga kemanusiaan.

Berbagai rencana pembangunan yang dilakukan Muhammadiyah harus dilakukan dengan optimis. Menurutnya, langkah awal yang penting adalah memulai. Hingga kemudian mendapat titik terang dan mendapat dukungan.

Dahlan  juga mengapresiasi perkembangan Tapak Suci yang berkembang di berbagai negara. Menurutnya,  Tapak Suci memiliki daya tarik luar biasa untuk mengenalkan Islam dan Muhammadiyah untuk manusia secara universal.

Acara yang dimulai dengan donor darah ini dihadiri oleh warga Muhammadiyah, khususnya para pendekar TSPM yang berasal dari Yogyakarta. Ketua acara ini sekaligus Sekretaris MPW PP Muhammadiyah, Mashuri Mashuda menyambut baik acara ini.

Agenda wakaf ini juga mengandung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Masyhuri menjelaskan kegiatan ini tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Prudential Syariah, dengan donor darah. Selain itu juga untuk memproduktifkan wakaf yang dimiliki Persyarikatan.

Selanjutnya, adalah kegiatan wakaf tunai atau uang. “Ini bukan hal baru bagi Muhammadiyah,…. kita ingin menggali lagi semangat para pendahulu untuk membangun bangunan berupa Padepokan Tapak Suci,” katanya.

Padepokan TSPM rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter, yang juga disebut atas lahan wakaf Persyarikatan. Dukungan juga datang Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI. Yogyakarta, Ikhwan Akhada.

“PWM Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut baik rencana PP Tapak Suci yang menempatkan padepokannya di PWM DIY,” katanya.

Selain itu, berdirinya Padepokan TSPM juga akan memperluas sarana dan prasarana untuk dakwah olahraga di PWM DI. Yogyakarta. Ikhwan Akhada menambahkan, TSPM di DI. Yogyakarta menjadi organisasi otonom yang solid di PWM.

Tentu PWM juga mengapresiasi kader-kader Tapak Suci. Dia berharap Tapak Suci tak hanya berkembang di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), melainkan jauh lebih luas menyentuh anak-anak muda khususnya di seluruh penjuru.

Apresiasi juga datang dari Ketua MPW PP Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan. Pada kesempatan ini dia melaporkan, bahwa saat ini MPW PP Muhammadiyah akan senantiasa memperkuat sistem. Sebab besarnya potensi aset wakaf Persyarikatan yang begitu luas.

“Kekuatan ini harus kita jadikan sebagai ikhtiar untuk mengantarkan kita pintu surga,” harapnya.

Dia berharap, urusan wakaf ini tidak hanya menjadi perhatian khusus MPW. Karena besarnya potensi wakaf Persyarikatan, maka seluruh pihak harus bisa bersama-sama untuk mendayagunakan wakaf. Sinergi dan kolaborasi ini penting sebagai upaya mendayagunakan wakaf Persyarikatan.

Apabila seluruh potensi dikonsolidasikan, Amirsyah Tambunan optimis Padepokan TSPM ini akan bisa berdiri dan diresmikan bahkan sebelum Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Medan pada 2027 mendatang.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua PP TSPM, Afnan Hadikusumo. Dalam sambutannya Afnan menjelaskan, padepokan ini untuk meningkatkan kualitas atlet Pencak Silat TSPM. Meskipun saat ini kualitas sudah baik, namun PP TSPM masih perlu meningkatkannya lagi.

“Muhammadiyah ini banyak warna. Jadi di Muhammadiyah berdakwah tidak melalui ceramah, tapi juga melalui olahraga,” katanya.

Afnan melaporkan, perkembangan atlet Pencak Silat TS sudah sangat baik. Bahkan ketika PON di Medan beberapa waktu lalu, mayoritas perwakilan cabang olahraga Silat dari berbagai provinsi adalah dari Tapak Suci, dengan meraih 70 persen medali cabor Pencak Silat.

Padepokan TSPM ini juga akan digunakan sebagai tempat pendidikan, lebih-lebih bagi anak yang mengalami perundungan. Afnan berharap mental anak-anak yang mengalami perundungan bisa membaik, dan menjadi anak yang mampu bersaing.

Pendekar Besar Tapak Suci ini menambahkan, selain digunakan untuk mengembangkan dan tempat latihan Pencak Silat, juga bisa digunakan oleh atlet-atlet Muhammadiyah di cabor olahraga yang lain.

Tinggalkan Balasan