Sabtu, 7 November 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Menelusuri Kejayaan Makkah dan Nasab Mulia Rasulullah

Oleh admin • • 2 Menit Min
Menelusuri Kejayaan Makkah dan Nasab Mulia Rasulullah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LAMONGAN – Kelahiran Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah merupakan anugerah terbesar bagi umat manusia, namun dalam rentang sejarah, terdapat kelompok yang memfitnah nasab keturunan Nabi Muhammad.

Fitnah tentang buruknya nasab tersebut diarahkan untuk mengolok-olok Nabi Muhammad. Padahal menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, Nabi Muhammad itu berasal dari nasab besar Abdul Muthalib.

Muhadjir menceritakan, Abdul Muthalib tokoh besar yang merupakan kakek Nabi Muhammad adalah sosok yang kembali membawa kejayaan bagi Kota Mekkah yang sempat ‘tersingkir’ dari jalur perdagangan sebagai tempat transit di Jazirah Arab.

Tersingkirnya Kota Mekkah disebabkan karena Sumur Zamzam ditimbun oleh Bani Jurhum. Sebagaimana diceritakan Muhadjir Effendy, Air Zamzam menjadi komoditas utama yang laku dan menjadi bekal kafilah dagang untuk melanjutkan perdagangan.

“Zamzam itu sengaja ditimbun oleh Bani Jurhum. Bani Jurhum ini berkepentingan agar pusat transitnya tadi pindah ke Yaman,” kata Muhadjir pada (30/8) di Masjid Asy Syifa, Kabupaten Lamongan.

Hilangnya Sumur Zamzam ini terjadi selama ratusan tahun, menyebabkan Kota Mekkah tidak lagi menjadi tempat transit para kafilah dagang. Kemudian setelah mendapat isyarat dari mimpi, Abdul Muthalib menyampaikan bahwa Sumur Zamzam itu tidak hilang tapi tertimbun.

Mengutip beberapa sumber, Muhadjir menyampaikan, dari mimpi itu Abdul Muthalib ditunjukkan bahwa lokasi Sumur Zamzam berada di bawah patung atau berhala yang bernama Al Illa – kasta tertinggi berhala sesembahan kaum kafir Quraisy.

“Namanya Al Illa, kemudian punya tiga anak namanya Latta, Uzza, Mannah, dan seterusnya punya anak cucu. Karena itu kenapa di sekitar Makkah itu banyak berhala di sekitar Ka’bah,” ungkapnya.

Misi menemukan Sumur Zamzam yang dijalankan Abdul Muthalib ini tidak mudah. Sebab jika yang dikatakan itu salah dan tidak bisa menemukan Sumur Zamzam, dirinya akan diusir dari Kota Mekkah karena sudah merobohkan berhala Al Illa demi menemukan Sumur Zamzam di bawahnya.

“Kemudian sebaliknya kalau nanti ketemu, maka Abdul Muthalib diangkat menjadi wali. Ketika digali muncullah Zamzam itu. Dan kemudian setelah ditemukannya Zamzam kembali, dan Abdul Muthalib menjadi Walikota Makkah, itulah puncak kejayaan Makkah,” sambung Muhadjir.

Setelah diangkat menjadi Walikota Makkah, Abdul Muthalib berhasil merebut kembali kejayaan Kota Makkah. Hal ini yang menjadikan Bani Hasyim menjadi sangat kuat dan dipandang di antara klan atau kelompok bani yang lain.

“Karena itu kalau ada yang bilang Nabi (Muhammad) itu bukan dari keluarga hebat, itu tidak betul. Jadi, Nabi itu mewarisi legasi dari kakeknya yang menemukan Zamzam itu,” katanya.

Ditemukannya kembali Sumur Zamzam dan diangkatnya Abdul Muthalib sebagai Walikota Makkah, kata Muhadjir, menjadikan Kota Makkah sangat ramai sebagai lokasi transit jalur perdagangan – termasuk jalur Sutra.

Tinggalkan Balasan