Sabtu, 7 November 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Membangun Peradaban Tinggi Lewat Internalisasi Keteladanan Nabi Muhammad 

Oleh admin • • 2 Menit Min
Membangun Peradaban Tinggi Lewat Internalisasi Keteladanan Nabi Muhammad 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BEKASI – Peradaban tertinggi bagi umat Islam tak cuma penguasaan dan penguatan IPTEK, tapi juga pendalaman dan pelaksanaan akhlak yang arif dan bijaksana sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.

Melalui penyeimbangan antara kemajuan IPTEK dengan akhlak, iman dan takwa menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menjadikan peradaban maju yang dicita-citakan membentuk manusia yang utuh.

Haedar dalam beberapa literatur yang dibacanya juga menemukan, salah satu faktor penyebab keberhasilan dakwah Nabi Muhammad adalah akhlaknya yang begitu luar biasa dan keteladanan kepada pengikutnya.

“Maka kesimpulannya kalau kita ingin selalu merayakan maulid, apakah kita mau menginternalisasi nilai-nilai keteladanan nabi itu menjadi karakter hidup kita, menjadi pola hidup kita, bahkan menjadi sistem nilai dalam kehidupan kita yang nyata,” katanya.

Dalam Pengajian Maulid Nabi dan Alih Kelola UNISMA Bekasi pada Selasa (16/9) Haedar berpesan, sejarah dan kebaikan-kebaikan Nabi yang biasa dibacakan ketika perayaan Maulid tak boleh hanya berhenti pada narasi.

Menurutnya, sejarah kenabiaan Muhammad SAW harus diejawantahkan menjadi laku hidup setiap muslim. Contoh kecil yang Haedar ambil adalah gemar mengerjakan amal salih dan berbagi.

Keteladanan berbagi baik berupa infak, sedekah, dan jariah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad menurutnya menjadi pangkal gerakan Persyarikatan Muhammadiyah, dari awal berdiri hingga kini.

“Muhammadiyah sebelum menjadi besar sekarang ini karena juga spirit infak, sedekah, jariahnya itu hidup, termasuk di kalangan pimpinan,” katanya.

Tantangan warga Muhammadiyah sekarang menjadi berat, sebab ketika Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi besar dengan berbagai asetnya, akan menjadi alasan pengendoran semangat berbagai yang selama ini jadi DNA.

Keteladanan Nabi Muhammad yang lain perilaku hidup bersih. Perilaku ini juga perlu diinternalisasi pada kehidupan bermasyarakat. Sebab jika perilaku hidup bersih diabaikan, khawatir akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan.

Tinggalkan Balasan