MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dua mahasiswa Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyampaikan kesan mendalamnya mengenai pengalaman belajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bagi mereka, UMY banyak membawa pesan dan pelajaran yang mendalam bagaikan rumah yang penuh kehangatan, persaudaraan, dan nilai kemanusiaan.

Hafidz Muhammad Usman Khan, mahasiswa baru asal Pakistan yang saat ini menempuh studi di International Program of International Relations (IPIREL), menyebut bahwa pilihannya datang ke Indonesia dan bergabung di UMY merupakan keputusan yang sangat tepat.
“Saya percaya, UMY tidak hanya memberikan kita pengetahuan namun juga keyakinan, karakter, dan kemanusiaan. Insyaallah, UMY akan membentuk kita menjadi pemimpin masa depan dan pembangun bangsa,” ujar Hafidz dalam Silaturahmi Orangtua/Wali Mahasiswa Baru UMY Tahun Ajaran 2025/2026 pada Sabtu (20/9).
Sementara Osamah Bassam Qasem Al-Mekhlafi, mahasiswa asal Yaman yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Teknologi Informasi UMY, juga membagikan refleksi penting di tengah momen bahagia tersebut. Sebagai alumni dari kampus yang mengedepankan visi dan misi kemanusiaan global, Osamah mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya para civitas akademika UMY yang hadir untuk merenung dan terus membuka mata pada isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina.
“Di tengah kebahagiaan kita ini, kita juga tak boleh lupa akan saudara-saudari kita yang menderita kelaparan dan menghadapi genosida di Palestina. Jangan pernah berhenti berbicara. Jangan pernah berhenti menyebarkan fakta tentang apa yang terjadi di sana. Jangan pernah berhenti berdoa untuk mereka dan semoga Palestina segera merdeka,” ungkapnya dalam momen Wisuda Program Diploma, Sarjana, & Pascasarjana UMU Periode I, 2025/2026 yang digelar pada 10 september yang lalu.
Selanjutnya, Ia pun turut berpesan bahwa dengan menerima gelar, bukanlah akhir dari pembelajaran sehingga kedepan akan selalu ada waktu bagi para alumni untuk bertumbuh dan meraih mimpi-mimpinya.
“Menerima gelar bukanlah akhir dari pembelajaran, melainkan ini adalah awal dari perjalanan baru. Setiap dari kita akan tumbuh dengan kecepatan masing-masing. Anda tidak pernah terlambat, selalu ada waktu untuk tumbuh,” ungkap Osamah. (bhisma)
