MUHAMMADIYAH.OR.ID, SIDOARJO — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada Sabtu (16/03), meresmikan Gedung Kuliah Besama (GKB) 7 yang terletak di Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jawa Timur. Dalam pidatonya, Haedar berharap gedung ini mendapat ridha dan berkah dari Allah.
“Saya resmikan gedung GKB 7 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,” ujar Haedar sambil menandatangani batu prasasti peresmian, disambut dengan tepukan gemuruh dari audiens yang hadir.
Gedung GKB 7 ini telah memulai pembangunannya sejak Desember 2022 dan baru selesai pada bulan Februari 2024. Fasilitas yang ada di dalam gedung yang memiliki tujuh lantai ini mencakup ruang kelas, auditorium Ahmad Dahlan, ruang dosen, dan ruang kemahasiswaan.
Rektor Umsida, Hidayatullah, menyatakan, “Gedung tujuh lantai ini memiliki nilai per meter hanya 4,5 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai proyek pemerintah. Inilah semangat kami di Umsida untuk berhemat, sehingga efisiensi tersebut dapat digunakan untuk hal lainnya,”ujarnya.
Lebih lanjut, Hidayatullah menjelaskan bahwa Gedung GKB 7 ini sudah mulai ditempati oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan serta dua Program Studi dari Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial.
“Kami mohon doa restu, setelah penyelesaian gedung tujuh lantai ini, kami memiliki PR untuk memulai pembangunan Student Center lima lantai di kampus 3,” tambahnya.
Kehadiran gedung ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Umsida. Dengan fasilitas pembelajaran yang nyaman, diharapkan mahasiswa dapat lebih fokus dan berkonsentrasi dalam proses belajar mengajar, sehingga misi mencerdaskan bangsa dapat berjalan di atas rel yang benar. Dengan adanya Gedung GKB 7, Umsida berupaya memberikan pengalaman pendidikan yang lebih baik bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah (PDM-PDA) se-Jatim, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom (Ortom), dan Majelis serta Lembaga PWM se-Jatim.






