Selasa, 29 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Faktor Pasang Surutnya Peneliti Asing Meneliti Muhammadiyah

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Faktor Pasang Surutnya Peneliti Asing Meneliti Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dalam rentang waktu dari tahun 2016 sampai 2021, artikel atau penelitian tentang maupun berkaitan dengan Muhammadiyah yang diterbitkan di jurnal bereputasi hampir mayoritas ditulis oleh ilmuwan maupun peneliti dari Indonesia, amat jarang Indonesianis yang menulis tentang Muhammadiyah.

Dalam catatan Prof. Ahmad Najib Burhani yang disampaikan pada (28/11) di acara Kongres Muhammadiyah pertama, hanya ada Gustav Brown, Indonesianis yang menulis berkaitan dengan Muhammadiyah pada tahun 2019. Melihat kecenderungan tersebut, Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah ini bertanya apakah tidak yang ‘atraktif’ dari Muhammadiyah yang bisa menarik peneliti asing.

Pertanyaan lain yang muncul juga apakah sarjana Indonesia sudah mulai tertarik dan semakin meningkat kemampuannya dalam menulis tentang isu-isu lokal, termasuk isu tentang Muhammadiyah. Namun demikian, Najib menekankan penting outsider dalam melihat Muhammadiyah, itu bisa memperkaya wawasan tentang Muhammadiyah.

Terkait dengan tidak dimasukkannya beberapa jurnal bereputasi dari Indonesia dalam catatannya, Peneliti Senior LIPI ini beralasan bahwa dirinya ingin melihat artikel yang diterbitkan oleh jurnal luar negeri yang bereputasi. Serta ingin melihat penulis asing yang mengkaji tentang keislaman di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan Muhammadiyah.

Menurutnya, jika ada peneliti asing yang ikut menyimak dengan seksama isu-isu dan pembahasan yang diurai dalam Kongres Sejarawan Muhammadiyah pada 27 sampai 28 November ini, Najib berkeyakinan bahwa akan ada banyak peneliti asing yang tertarik dengan Muhammadiyah, sebab ada banyak isu yang belum dibahas dalam konteks global.

“Sebetulnya kalau kita mundur 2010 – 2015 ada banyak sebetulnya yang menulis tentang Muhammadiyah, dari para peneliti asing,” ungkapnya.

Selain penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel – jurnal, juga terdapat beberapa peneliti yang menuliskan penelitiannya dalam bentuk buku. Akan tetapi seperti kebanyakan di artikel, jarang sekali yang menulis secara khusus menulis tentang Muhammadiyah. Rata-rata mereka mengkaji secara general tentang keislaman dan keindonesiaan.

Najib mencatat beberapa peneliti yang cukup produktif dalam menulis tentang atau yang berkaitan dengan Muhammadiyah, diantaranya adalah Mitsuo Nakamura, Herman L. Beck, Mark R. Woodward, Claire-Merne Hefner, Clifford Geertz, Eunsook Jung, Howard M. Federspiel, James L. Peacock, John R. Bowen, Julia Day Howell, Kevin W. Fogg, Kim Hyung-jun, dan lainnya.

Terkait dengan bergesernya Muhammadiyah tidak lagi menjadi fokus penelitian sarjana asing, Najib menyebut beberapa alasan antara lain karena berkembangnya Durkheimian sebagai ganti Weberian, bergesernya paradigma sarjana asing dalam melihat Timur, munculnya isu terorisme yang memicu daya tarik peneliti asing dalam meneliti Islam, dan munculnya NU sebagai organisasi Islam yang diperhitungkan pasca tahun 80’an.

Tinggalkan Balasan