Fungsi Masjid bagi Ummat Islam
Masjid adalah bangunan rumah Allah yang sangat penting bagi ummat Islam dan menjadi pusat kegiatan ummat. Fungsi masjid antara lain: sebagai tempat shalat, tempat taklim, tempat berlatih, tempat istirahat, dan aneka kepentingan kemaslahatan ummat lainnya.
- Masjid Sebagai Tempat Shalat
Fungsi utama masjid adalah sebagai tempat shalat. Rasulullah SAW memerintahkan kita melakukan shalat di masjid, sebagaimana hadits sbb:
ุญูุฏููุซูููุง ุณูููููู ูุงูู ุจููู ุฏูุงููุฏู ุฃูุจูู ุฏูุงููุฏู ุญูุฏููุซูููุง ุณููููุงู ู ููุนูููู ุฃูุจูุง ุงููุฃูุญูููุตู ุนููู ุณูู ูุงูู ุจููู ุญูุฑูุจู ุนููู ุณููููุงุฑู ุจููู ุงููู ูุนูุฑููุฑู ููุงูู ุณูู ูุนูุชู ุนูู ูุฑู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุฎูุทูุจู ูููููู ููููููู ุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุจูููู ููุฐูุง ุงููู ูุณูุฌูุฏู ููููุญููู ู ูุนููู ุงููู ูููุงุฌูุฑูููู ููุงููุฃูููุตูุงุฑู ููุฅูุฐูุง ุงุดูุชูุฏูู ุงูุฒููุญูุงู ู ููููููุณูุฌูุฏู ุงูุฑููุฌููู ู ูููููู ู ุนูููู ุธูููุฑู ุฃูุฎูููู ููุฑูุฃูู ููููู ูุง ููุตููููููู ููู ุงูุทููุฑูููู ููููุงูู ุตูููููุง ููู ุงููู ูุณูุฌูุฏู
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Bin Daud Abu Daud Telah menceritakan kepada kami Sallam yaitu Abul Ahwas dari Simak Bin Harb dari Sayyar Bin Al Maโrur dia berkata; aku mendengar Umar berkhutbah dan berkata; โSesungguhnya Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam membangun masjid ini, dan kami dari muhajirin maupun anshar bersama beliau, ketika masjid menjadi penuh sesak sampai-sampai seseorang dari kalian sujud di atas punggung saudaranya dan beliau melihat orang-orang shalat di jalanan, maka beliau bersabda: โShalatlah kalian di dalam masjid.โ (AHMAD โ 212)
Rasulullah ingin kita senantiasa shalat di masjid dan gemes dengan mereka yang tidak melakukannya, sebagaimana tergambar di dalam hadits berikut:
ุญูุฏููุซูููุง ุงููููููููููููู ุญูุฏููุซูููุง ุฃูุจูู ุงููู ููููุญู ุญูุฏููุซูููู ููุฒููุฏู ุจููู ููุฒููุฏู ุญูุฏููุซูููู ููุฒููุฏู ุจููู ุงููุฃูุตูู ูู ููุงูู ุณูู ูุนูุชู ุฃูุจูุง ููุฑูููุฑูุฉู ููููููู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููุฏู ููู ูู ูุชู ุฃููู ุขู ูุฑู ููุชูููุชูู ููููุฌูู ูุนููุง ุญูุฒูู ูุง ู ููู ุญูุทูุจู ุซูู ูู ุฃูุงุชููู ููููู ูุง ููุตููููููู ููู ุจููููุชูููู ู ููููุณูุชู ุจูููู ู ุนููููุฉู ููุฃูุญูุฑููููููุง ุนูููููููู ู ููููุชู ููููุฒููุฏู ุจููู ุงููุฃูุตูู ูู ููุง ุฃูุจูุง ุนููููู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ุนูููู ุฃููู ุบูููุฑูููุง ููุงูู ุตูู ููุชูุง ุฃูุฐูููุงูู ุฅููู ููู ู ุฃููููู ุณูู ูุนูุชู ุฃูุจูุง ููุฑูููุฑูุฉู ููุฃูุซูุฑููู ุนููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ู ูุง ุฐูููุฑู ุฌูู ูุนูุฉู ููููุง ุบูููุฑูููุง
Telah menceritakan kepada kami An-Nufaili telah menceritakan kepada kami Abu Al-Malih telah menceritakan kepadaku Yazid bin Yazid telah menceritakan kepadaku Yazid bin Al-Asham dia berkata; Saya telah mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda;
โSungguh saya ingin sekali memerintahkan para pemudaku untuk mengumpulkan tumpukan-tumpukan kayu bakar, kemudian saya pergi mendatangi kaum yang mengerjakan shalat di rumah- rumah mereka tanpa udzur, lalu saya membakar rumah-rumah mereka.โ
Kata Yazid bin Yazid; Saya katakan kepada Yazid bin Asham: โWahai Abu Auf, apakah Shalat Jumat yang dimaksud Nabi shallallahu โalaihi wasallam ataukah lainnya?โ Dia menjawab: โKedua telingaku tersumbat, sekiranya saya tidak mendengar Abu Hurairah meriwayatkannya dari Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam, sama sekali beliau tidak menyebutkan shalat Jumat dan juga shalat yang lainโ. (ABUDAUD โ 462)
Hadits Rasulullah tersebut menunjukkan bahwa shalat fardhu terbaik adalah di masjid, dan kebolehan melakukannya di rumah hanya bila ada udzur, seperti sakit, hujan atau sulit mengakses masjid. Keadaan tubuh yang cacat, bila masih memungkinkan ke masjid tidak termasuk udzur. Pernah seorang buta datang menemui Nabi shallallahu โalaihi wasallam dan berkata โWahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.โ Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam untuk shalat di rumah. Ketika sahabat itu berpaling, beliau kembali bertanya: โApakah engkau mendengar panggilan shalat (adzan)?โ laki-laki itu menjawab; โBenar.โ Beliau bersabda: โPenuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).โ[1]
Marilah kita membangun kebiasaan melaksanakan shalat โkhususnya shalat fardhu- di masjid. Kita juga berkewajiban mengusahakan agar senantiasa terselenggara shalat berjamaโah di setiap shalat fardhu di masjid lengkap dengan pelaksanan muadzin dan imam.
- Masjid Sebagai Tempat Taklim
Masjid juga berfungsi sebagai tempat taklim atau belajar dan mengajar, sebagaimana hadits berikut:
ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ููุฒููุฏู ุญูุฏููุซูููุง ุญูููููุฉู ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุฃูุจูู ุตูุฎูุฑู ุฃูููู ุณูุนูุฏู ุจููู ุฃูุจูู ุณูุนููุฏู ุงููู ูููุจูุฑูููู ุฃูุฎูุจูุฑููู ุฃูููููู ุณูู ูุนู ุฃูุจูุง ููุฑูููุฑูุฉู ููููููู ุฅูููููู ุณูู ูุนู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููููู : ู ููู ุฏูุฎููู ู ูุณูุฌูุฏูููุง ููุฐูุง ููุชูุนููููู ู ุฎูููุฑูุง ุฃููู ููุนููููู ููู ููุงูู ููุงููู ูุฌูุงููุฏู ููู ุณูุจูููู ุงูููููู ููู ููู ุฏูุฎููููู ููุบูููุฑู ุฐููููู ููุงูู ููุงููููุงุธูุฑู ุฅูููู ู ูุง ููููุณู ูููู
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Haiwah, dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Shakhr bahwa Saโd bin Abu Saโid Al Maqburi menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; ia mendengar Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda: โBarangsiapa masuk ke dalam masjid kami ini, kemudian ia belajar atau mengajarkan kebaikan, maka ia seperti mujahid di jalan Allah, dan barangsiapa masuk ke dalamnya untuk tujuan selain itu maka ia seperti orang yang melihat sesuatu yang bukan miliknya.โ (AHMAD โ 10394)
Keutamaan belajar dan mengajar di dalam masjid Nabi tersebut juga berlaku untuk masjid-masjid lainnya pada umumnya. Pada kesempatan lain berdasar hadits dari Abu Bakar bin Abdurrahman, Rasulullah SAW bersabda: โBarangsiapa berangkat di waktu pagi atau sore menuju masjid, ia tidak mempunyai niat lain kecuali masjid, untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, kemudian dia kembali ke rumahnya. Maka dia seperti orang yang berjihad di jalan Allah; pulang dengan mendapatkan ghanimah.โ[2]
Rasulullah SAW mengapresiasi orang-orang yang berada di masjid untuk kegiatan belajar mengajar. Dari Abdullah bin โAmru ia berkata; Pada suatu hari Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam keluar dari salah satu kamarnya dan masuk ke dalam masjid. Lalu beliau menjumpai dua kelompok, salah satunya sedang membaca Al Qur`an dan berdoโa kepada Allah, sedang yang lainnya melakukan proses belajar mengajar. Maka Nabi shallallahu โalaihi wasallam pun bersabda: โMasing-masing berada di atas kebaikan, mereka membaca Al Qur`an dan berdo`a kepada Allah, jika Allah menghendaki maka akan memberinya dan jika tidak menghendakinya maka tidak akan memberinya. Dan mereka sedang belajar, sementara diriku di utus sebagai pengajar, โ lalu beliau duduk bersama mereka[3]. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Darimi โ HN 352
Fungsi masjid sebagai tempat belajar mengajar sebaiknya diwujudkan dalam bentuk layanan masjid yang dikelola dengan manajemen yang baik sehingga masyarakat di sekitarnya memiliki akses yang baik dalam belajar Islam. Bentuknya dapat berupa kursus baca al-Qurโan, kursus tafhimul Qurโan, kursus ibadah, pengajian rutin, dll. Peserta kursus atau pengajian dapat dikelompokkan berdasarkan usia atau lainnya. Idealnya, masjid berfungsi sebagai madrasah diniyah bagi masyarakat di sekitarnya.
Di samping belajar-mengajar yang terstruktur dan berkelompok dalam pengajian atau kursus, sebaiknya kita membiasakan diri berada di dalam masjid untuk belajar mandiri seperti tadarrus al-Qurโan atau belajar ilmu lainnya utamanya pada waktu-waktu afdhal, seperti saat-saat menjelang waktu shalat.
Nabi shallallahu โalaihi wasallam bersabda: โOrang yang paling banyak mendapatkan pahala dalam shalat adalah mereka yang paling jauh (jarak rumahnya ke masjid), karena paling jauh dalam perjalanannya menuju masjid. Dan orang yang menunggu shalat hingga dia melaksanakan shalat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang melaksanakan shalat kemudian tidur.โ [4]
Membiasakan tadarrus di masjid menjelang waktu shalat mendatangkan pahala besar dari pahala shalat, pahala menunggu, dan pahala membaca al-Qurโan.
- Masjid Sebagai Tempat Berlatih
Masjid berfungsi pula sebagai tempat berlatih dan bermain, sebagaimana tergambar dari hadits sebagai berikut:
ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงููุนูุฒููุฒู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ููุงูู ุญูุฏููุซูููุง ุฅูุจูุฑูุงูููู ู ุจููู ุณูุนูุฏู ุนููู ุตูุงููุญู ุจููู ููููุณูุงูู ุนููู ุงุจููู ุดูููุงุจู ููุงูู ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนูุฑูููุฉู ุจููู ุงูุฒููุจูููุฑู ุฃูููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ููุงููุชู : ููููุฏู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููู ูุง ุนูููู ุจูุงุจู ุญูุฌูุฑูุชูู ููุงููุญูุจูุดูุฉู ููููุนูุจูููู ููู ุงููู ูุณูุฌูุฏู ููุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุณูุชูุฑูููู ุจูุฑูุฏูุงุฆููู ุฃูููุธูุฑู ุฅูููู ููุนูุจูููู ู ุฒูุงุฏู ุฅูุจูุฑูุงูููู ู ุจููู ุงููู ูููุฐูุฑู ุญูุฏููุซูููุง ุงุจููู ููููุจู ุฃูุฎูุจูุฑูููู ูููููุณู ุนููู ุงุจููู ุดูููุงุจู ุนููู ุนูุฑูููุฉู ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ููุงููุชู ุฑูุฃูููุชู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงููุญูุจูุดูุฉู ููููุนูุจูููู ุจูุญูุฑูุงุจูููู ู
Telah menceritakan kepada kami โAbdul โAziz bin โAbdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Saโd dari Shalih bin Kaisan dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepadaku โUrwah bin Az Zubair bahwa โAisyah berkata, โPada suatu hari aku penah melihat Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam berdiri di pintu rumahku sedangkan budak-budak Habasyah sedang bermain di dalam Masjid. Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam menutupiku dengan kain selendangnya saat aku menyaksikan permainan mereka.โ Ibraim bin Al Mundzir menambahkan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari โUrwah dari โAisyah berkata, โAku melihat Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam menyaksikan budak-budak Habasyah mempertunjukkan permainan tombak mereka.โ (BUKHARI โ 435)
Rasulullah menyaksikan permainan tombak para budak Habasyah dan membiarkan mereka tetap melakukannya. Bahkan ketika tiba-tiba Umar masuk lalu mengambil kerikil kemudian melemparkannya kepada mereka, beliau bersabda: โBiarkanlah mereka wahai โUmarโ.[5]
Bermain tombak berfungsi sebagai latihan dalam meningkatkan ketrampilan menggunakan tombak sekaligus sebagai sarana hiburan. โAisyah sempat menonton sampai puas[6], dan Nabi SAW menyaksikankannya. Ketika Umar merasa tidak nyaman dengan yang dilakukan para budak tersebut dan memberi isyarat dengan melempar kerikil ke arah mereka supaya berhenti, beliau menegur Umar supaya membiarkan saja permainan mereka. Ketrampilan bermain tombak adalah ketrampilan yang sangat diperlukan untuk jihad menegakkan agama Allah pada saat itu. Rasulullah SAW juga membiarkan orang bersyair di dalam masjid.[7]
Menjadikan masjid sebagai tempat berlatih dan bermain sudah dilakukan semenjak jaman Rasulullah SAW masih hidup. Seharusnya kita juga melakukannya, meskipun bentuknya bukan dengan bermain tombak saja. Kita bisa berlatih berkhutbah, berceramah, berdiskusi, berorganisasi, atau ketrampilan-ketrampilan lainnya yang diperlukan dalam dakwah Islam.
- Masjid Sebagai Tempat Istirahat
Rasulullah dan para sahabat memanfaatkan masjid sebagai tempat istirahat, sebagaimana termaktub dalam hadits sbb:
ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ู ูุณูููู ูุฉู ุนููู ู ูุงูููู ุนููู ุงุจููู ุดูููุงุจู ุนููู ุนูุจููุงุฏู ุจููู ุชูู ููู ู ุนููู ุนูู ูููู ุฃูููููู ุฑูุฃูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ู ูุณูุชูููููููุง ููู ุงููู ูุณูุฌูุฏู ููุงุถูุนูุง ุฅูุญูุฏูู ุฑูุฌููููููู ุนูููู ุงููุฃูุฎูุฑูู ููุนููู ุงุจููู ุดูููุงุจู ุนููู ุณูุนููุฏู ุจููู ุงููู ูุณููููุจู ููุงูู ููุงูู ุนูู ูุฑู ููุนูุซูู ูุงูู ููููุนูููุงูู ุฐููููู
Telah menceritakan kepada kami โAbdullah bin Maslamah dari Malik dari Ibnu Syihab dari โAbbad bin Tamim dari Pamannya bahwa dia melihat Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam berbaring di dalam masjid dengan meletakkan satu kakinya di atas kaki yang lain.โ Dan dari Ibnu Syihab dari Saโid bin Al Musayyab berkata, โโUmar dan โUtsman juga melakukan hal serupa.โ (BUKHARI โ 455)
Sahabat Shafwan bin Umayyah bahkan tidur dengan berselimut seharga 30 dirham di masjid dengan sepengetahuan Rasulullah.[8] Di bulan Ramadhan ada pula sahabat yang tidur di masjid[9]
Pada jaman Rasulullah SAW, masjid dijadikan sebagai tempat istirahat, mulai dari sekedar duduk-duduk, berbaring, bahkan sampai untuk tidur. Tentu fungsi sebagai tempat istirahat ini jangan sampai mengganggu fungsi utama masjid sebagai tempat shalat. Begitu waktu shalat tiba, semua yang beristirahat harus segera bergegas mempersiapkan diri melaksanakan shalat jamaโah. Pengurus atau takmir masjid dapat menata dan menentukan tempat-tempat di mana orang boleh duduk-duduk atau berbaring sehingga orang yang mau mengerjakan shalat tidak terganggu.
- Masjid Sebagai Tempat Rupa-Rupa Kegiatan
Semasa Rasulullah, masjid juga digunakan untuk aneka kegiatan seperti:
- Berkonsultasi
Ibnu Umar menceritakan, bahwa seorang laki-laki berkonsultasi kepada Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam ketika beliau berada di dalam masjid; โWahai Rasulullah, bagaimana aku melakukan witir di shalat malam?โ Beliau menjawab: โBarangsiapa shalat (malam), maka shalatlah dua rakaโat-dua rakaโat, jika ia khawatir akan tiba (waktu shalat) subuh, hendaklah ia bersujud sekali sujud (satu rakaโat), yang berarti sujudnya (rakaโatnya) sebagai witir shalat yang telah ia lakukan.โ [10]
- Bertahkim
Seorang laki-laki dari Bani Aslam mendatangi Nabi SAW yang saat itu sedang berada di dalam Masjid. Laki-laki itu mengatakan bahwa ia telah berzina, namun beliau berpaling darinya. Maka laki-laki itu menghadap ke arah wajah beliau seraya bersaksi atas dirinya dengan empat orang saksi. Akhirnya beliau memanggil laki-laki itu dan bertanya: โApakah kamu memiliki penyakit gila?โ ia menjawab, โTidak.โ Beliau bertanya lagi: โApakah kamu telah menikah?โ ia menjawab, โYa.โ Akhirnya beliau memerintahkan untuk merajamnya di lapangan luas. Dan ketika lemparan batu telah mengenainya, ia berlari hingga ditangkap dan dirajam kembali hingga meninggal[11].
- Masuk Islam
Dari Saโid bin Abu Saโid bahwa beliau mendengar Abu Hurairah berkata; โ Tsumamah bin Utsal Al Hanafi pergi ke tempat air mengalir dekat masjid untuk mandi, kemudian masuk ke dalam masjid dan berkata โ Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang diibadahi selain Allah, tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai Muhammad! Demi Allah di muka bumi ini, dulu tidak ada wajah yang paling aku benci melainkan wajahmu, dan sekarang wajahmu menjadi wajah yang paling aku cintai. [12]
- Menerima Utusan
Rasulullah sering menerima utusan dari kabilah-kabilah di masjid.
- Boleh Makan di Masjid
Di masjid kita boleh makan. Dari Abdullah bin Al Harits bin Juz` Az Zubaidi dia berkata, โPada masa Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam kami pernah makan roti dan daging di dalam masjid.โ [13]
Berdasarkan fakta sejarah pada jaman Rasulullah, masjid adalah pusat kegiatan ummat Islam dengan shalat berjamaโah sebagai kegiatan utama. Fungsi-fungsi lainnya yang dianjurkan adalah sebagai tempat taklim atau belajar-mengajar dan tempat berlatih. Masjid juga menjadi tempat yang dianjuran untuk berkonsultasi, bertahkim, masuk Islam, menerima utusan. Kita boleh beristirahat, makan dan minum di dalam masjid.
Kita semua wajib berupaya mengfungsikan masjid sebagaimana mestinya, antara lain dengan senantiasa melaksanakan shalat fardhu secara berjamaโh di masjid, mengikuti taklim, menyemarakkan kegiatan di masjid, dan menjadikan masjid selalu bersih, rapi dan harum sehingga nyaman bagi yang berada di dalamnya.
Samarinda, Dzulhijjah 1435 H/11 Okober 2014
Penuinulis: Agus Sukaca
Sumber Artikel : http://tuntunanislam.id/
[1] Shahih Muslim โ 1044
[2] Muwathaโ Imam Malik HN 346
[3] Sunan Ibnu Majah HN 225
[4] Shahih Bukhari โ HN 614 dari Abu Musa
[5] Sahih Buhari โ HN 2686
[6] Shahih Bukhari โ HN 4835
[7] Shahih Bukhari โ HN 2973/Sunan Abu Daud โ HN 4360/Sunan Nasaโi โ HN 709
[8] Sunan Abu Daud โ HN 3819
[9] Sunan Abu Daud โ HN 4383
[10] Shahih Muslim โ HN 1250
[11] Shahih Bukhari โ HN 4865
[12] Sunan Nasaโi โ HN 189
[13] Sunan Ibnu Majah โ HN 3291






