Selasa, 13 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Perkuat Kepercayaan Publik, Sekolah Muhammadiyah Perlu Kehumasan Profesional

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Perkuat Kepercayaan Publik, Sekolah Muhammadiyah Perlu Kehumasan Profesional

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad, menekankan pentingnya penguatan kehumasan sekolah Muhammadiyah melalui kemampuan jurnalistik yang profesional. Kehumasan tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga berperan membangun kepercayaan publik dan memperkuat reputasi pendidikan Muhammadiyah.

Hal tersebut disampaikan Dadang dalam pembukaan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah, Gondanglegi, Malang.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik satuan pendidikan Muhammadiyah sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan berkemajuan,” ujarnya.

Menurut Dadang, banyak sekolah Muhammadiyah memiliki program unggulan, prestasi akademik maupun nonakademik, serta inovasi pembelajaran yang belum dikenal luas oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah capaian tersebut belum terdokumentasi dan dipublikasikan secara optimal.

Karena itu, pengelolaan kehumasan sekolah perlu dilakukan secara profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik. Melalui pengelolaan informasi yang baik, sekolah dapat menyampaikan berbagai capaian secara akurat sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Muhammadiyah.

Dadang juga menegaskan bahwa branding pendidikan berkemajuan bukan sekadar upaya membangun citra institusi. Branding harus berangkat dari kualitas nyata, prestasi, inovasi, serta nilai-nilai Islam yang mencerahkan. Seluruhnya kemudian dikomunikasikan melalui narasi yang kuat, data yang valid, dan pemberitaan yang beretika.

“Branding harus lahir dari realitas kualitas yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dalam perspektif Muhammadiyah, lanjut Dadang, jurnalistik memiliki fungsi dakwah, edukasi, dan transformasi sosial. Oleh karena itu, media sekolah tidak cukup hanya menjadi saluran informasi, tetapi juga harus mampu menyebarkan inspirasi, menumbuhkan optimisme, dan mencerdaskan masyarakat.

Dadang berharap Akademi Jurnalistik Muhammadiyah dapat melahirkan pengelola humas, guru, dan kader jurnalistik sekolah yang memiliki kompetensi menulis secara akurat dan berimbang, memanfaatkan media digital secara bertanggung jawab, serta membangun komunikasi publik berdasarkan fakta dan integritas.

Selain meningkatkan kualitas publikasi, kemampuan jurnalistik juga penting untuk menghadapi hoaks dan disinformasi yang berpotensi merusak nilai-nilai pendidikan. Karya jurnalistik yang berkualitas diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi yang sehat, edukatif, dan mencerahkan bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah memiliki tradisi literasi dan publikasi yang kuat sejak awal berdirinya. Penguatan jurnalistik sekolah, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi intelektual Persyarikatan melalui kegiatan membaca, menulis, berdialog, dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

“Penguatan jurnalistik sekolah sesungguhnya merupakan bagian dari revitalisasi tradisi intelektual Muhammadiyah yang telah diwariskan oleh para pendiri Persyarikatan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Dadang berharap setiap sekolah Muhammadiyah memiliki tim kehumasan yang aktif, media sekolah yang produktif, serta sistem dokumentasi yang tertata dengan baik. Dengan demikian, berbagai capaian dan kualitas pendidikan Muhammadiyah dapat semakin dikenal luas dan memperoleh kepercayaan masyarakat. (Andiva)

Tinggalkan Balasan