Rabu, 21 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kunjungi UMJT Madiun, Muhadjir Effendy Dukung Transformasi Tak Sebatas Ubah Nama

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Kunjungi UMJT Madiun, Muhadjir Effendy Dukung Transformasi Tak Sebatas Ubah Nama

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MADIUN – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Selasa (20/10).

Muhadjir yang juga Penasihat Bidang Haji Presiden RI ini diterima sejumlah pejabat struktural UMJT di Kampus I, di antaranya Wakil Rektor I Fajar Junaedi, Wakil Rektor II Suwardi Rosyid, dan Direktur AIK UMJT sekaligus Sekretaris PDM Kota Madiun, Suyono.

Muhadjir langsung menuju pojok kampus bagian barat depan, lokasi yang direncanakan menjadi tempat pendirian toko serba ada Mentari Mart dan kafe bagi mahasiswa serta masyarakat sekitar.

Didampingi pejabat UMJT, Muhadjir Effendy melakukan perbincangan serius. Ia menilai pendirian Mentari Mart di lingkungan kampus merupakan langkah strategis yang tidak hanya menunjang kebutuhan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi persyarikatan.

“Mentari Mart ini bukan sekadar toko. Ini bagian dari gerakan Muhammadiyah untuk membangun ekosistem ekonomi yang sehat di lingkungan pendidikan. Mahasiswa bisa belajar berwirausaha sekaligus mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Muhadjir menyapa para dosen dan peserta yang sedang mengikuti Plenary Session dalam sebuah seminar internasional yang diselenggarakan UMJT, serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi internasional tersebut.

“Kegiatan akademik seperti ini menunjukkan bahwa UMJT sudah mulai bergerak ke arah yang lebih luas. Ini penting untuk meningkatkan reputasi akademik,” ucapnya.

Muhadjir Effendy menegaskan bahwa transformasi tidak boleh berhenti pada pergantian nama saja. Di mana sebelum menjadi UMJT, kampus ini bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).

Menurutnya, proses transformasi yang sedang berjalan mencakup beberapa aspek penting. Pertama, pembenahan manajemen kelembagaan agar lebih profesional, transparan, dan efisien dalam pengelolaan sumber daya.

Kedua, peningkatan kualitas akademik melalui penguatan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualifikasi dosen, serta perluasan kerja sama riset dan pengabdian masyarakat.

Ketiga, perbaikan pelayanan kepada mahasiswa dan orang tua, mulai dari administrasi akademik yang lebih cepat, fasilitas penunjang yang memadai, hingga program bimbingan yang lebih intensif.

“Transformasi dari UMMAD menjadi UMJT bukan sekadar ganti nama. Harus ada pembenahan manajemen yang serius, peningkatan kualitas akademik, serta perbaikan pelayanan kepada mahasiswa dan orang tua. Saya yakin transformasi yang dilakukan saat ini sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

“Yang paling penting adalah konsistensi. Manajemen yang rapi akan memudahkan peningkatan mutu akademik. Kalau pelayanan mahasiswa baik, kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi. Itu modal utama bagi UMJT untuk berkembang,” tambahnya.

Muhadjir Effendy berharap UMJT ke depan mampu menjadi perguruan tinggi yang unggul di Jawa Timur bagian barat. “UMJT harus berani memposisikan diri sebagai kampus yang tidak hanya besar di nama, tetapi juga kuat di kualitas. Pembenahan yang sedang dilakukan sekarang ini harus terus dijaga konsistensinya. Jangan berhenti di tengah jalan,” katanya.

Dengan kunjungan ini, Muhajir Effendy secara langsung memberikan dukungan moral sekaligus arahan praktis kepada UMJT untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan melanjutkan proses transformasi yang sedang berlangsung.

“Sebagai orang yang besar di Madiun, saya menghimbau agar warga Madiun dan sekitarnya memilih UMJT sebagai kampus pilihan untuk putra-putrinya. Transformasi telah menjadikan UMJT sebagai kampus pilihan yang berkualitas dengan biaya kuliah yang terjangkau,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan