Senin, 19 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kemajuan Umat Dimulai dari Pengamalan Ajaran Islam

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Kemajuan Umat Dimulai dari Pengamalan Ajaran Islam

MUHAMMADIYAH.OR.ID BANTUL – Islam dan umat Islam adalah dua hal yang berbeda. Sebagai agama, Islam tentu memberikan pedoman dan tuntunan tentang cara menjalani kehidupan dengan mencerahkan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Namun sayangnya, pada kenyataannya di lapangan, sebagian umat Islam tampak seperti jauh panggang dari api karena menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan ajaran agamanya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman dalam agenda Tabligh Akbar Ahad Pon Pimpinan Cabang Muhammadiyah/’Aisyiyah (PCM/PCA) se-Banguntapan Selatan Utara di Lapangan Jambidan, Bantul, pada Ahad (18/10).

Agus menjelaskan, jika umat Islam benar-benar mengaplikasikan ajaran agamanya, niscaya manfaat tersebut dapat dirasakan kembali, baik secara pribadi maupun kebangsaan secara langsung.

Hal ini karena menurutnya, ajaran Islam itu sudah sangat luhur, seharusnya mencerahkan, dan tidak mungkin menjadi sebab perilaku-perilaku buruk, seperti korupsi.

“Ada orang Islam tertangkap karena korupsi, jelaslah hal itu, Islam tidak menghendaki laku demikian karena korupsi merupakan pelanggaran terhadap amanah. Orang beriman harus menjaga amanah dan berlaku jujur,” ujar Agus.

Menyangkut tuntunan Islam lainnya yakni kebersihan, Agus menyebut ciri umat Islam adalah yang menjaga kebersihan. Islam, bagi Agus, merupakan panduan yang tepat jika diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Agus mencontohkan bahwa di dalam Islam juga memberikan tuntunan untuk selalu ramah saat bertemu orang lain. Menurutnya, penerapan ajaran Islam dengan baik merupakan wujud nyata dari keteladanan.

“Karena itu, umat Islam perlu menunjukkan akhlak yang mencerahkan agar Islam benar-benar dirasakan sebagai rahmat dan kebaikan, “ ucap Agus.

Dari awal berdirinya hingga kini, Muhammadiyah senantiasa konsisten mengamalkan ajaran Islam. Hal itu sesuai dengan tujuan berdirinya: “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.”

Oleh karena itulah, Kiai Dahlan membawa semangat dalam mendirikan persyarikatan dengan mengajak umat Islam untuk maju. Salah satunya, ditempuh dengan membangun gerakan ilmu melalui berdirinya amal-amal usaha pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Agus menukil pandangan Ketua Umum PP Muhammadiyah, AR Fakhruddin pada periode 1968-1990. Oleh Pak AR, sapaan akrabnya, menyebut setidaknya ada tiga model generasi unggul yang diusahakan oleh Muhammadiyah.

Pertama, unggul dalam moral dan spiritual. Menurut Agus, bila modal dan spritualnya baik, maka hatinya akan juga baik, dan ilmu yang diterimanya tidak akan pula membawanya kepada hal-hal yang buruk.

Kedua, unggul dalam intelektual. Agus mengungkap, banyak murid dari sekolah Muhammadiyah yang berprestasi baik tingkat nasional hingga internasional. Oleh sebab itu, kata Agus, menunjukkan upaya muhammadiyah dalam memajukan umat.

“Anak-anak kita yang ahli matematika pulang dengan membawa berbagai medali. Mereka pintar-pintar. Ini menunjukkan bahwa anak-anak sekolah Muhammadiyah unggul secara intelektual,” ujarnya.

Terakhir, mengutip Pak Ar, Agus menyebutkan bahwa seseorang yang unggul secara moral, spiritual, dan intelektual, juga akan unggul dalam menjalankan peran sosialnya.

Karena itu, Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam guna mewujudkan umat Islam yang juga ikut maju, diimplementasikan dengan pendidikan yang menghasilkan generasi-generasi unggul.

“Karena sudah dilandasi keunggulan moral-spiritual dan intelektual. Dengan demikian, dalam menjalankan peran sosial pun mereka akan baik. Inilah yang harus terus dikembangkan,” pungkas Agus. (Alam)

Tinggalkan Balasan