MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan gedung baru Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu pagi (24/10). Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-68 UMS yang berlangsung di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS.
Dalam momentum ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan selamat atas usia UMS yang ke-68 tahun sekaligus mengapresiasi perjalanan panjang perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut dalam berkontribusi membangun bangsa. Menurutnya, berbagai capaian UMS merupakan hasil dari proses panjang dan dinamika yang terus berkembang.
“Selamat kepada UMS yang berusia 68 tahun dengan capaian prestasi yang luar biasa, bahkan masuk kepada ranking teratas universitas swasta di Indonesia. Tentu dengan proses panjang, dinamika yang terus tumbuh berkembang di UMS,” ujar Haedar.
“Kita juga bersyukur, hadir bangunan yang representatif dan membanggakan. Bangunan Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran yang sudah lama di idam-idamkan,” ucap Haedar menambahkan.
Seiring dengan berbagai capaian tersebut, Haedar berpesan agar seluruh sivitas akademika UMS senantiasa merawat dan mengembangkan Islam berkemajuan. Nilai tersebut, perlu menjadi landasan dalam membentuk pola pikir, orientasi, sikap, dan tindakan, sekaligus menjadi spirit dalam menjalankan misi kemanusiaan dan gerakan Persyarikatan Muhammadiyah.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamendikdasmen RI), Fajar Riza Ul Haq, turut menyampaikan orasi ilmiahnya. Alumni UMS itu menyoroti sejarah panjang Pondok Nuriyah Shabran yang telah berdiri sejak dekade 1980-an atas inisiasi Rektor UMS saat itu, Djasman Al Kindi.
“Ini adalah representasi bagaimana UMS punya keberpihakan terhadap kaderisasi. Kita tahu Pondok Shabran ini awalnya telah dibangun dari zaman Pak Djasman Al Kindi. Ketika UMS ini membangun gedung baru, bagi saya pribadi ini adalah satu bentuk penghargaan terhadap pentingnya kaderisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, dalam laporannya menjelaskan bahwa peresmian gedung baru Pondok Shabran sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) UMS tahun 2029. Renstra tersebut menargetkan penguatan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), sekaligus mendorong lulusan dan dosen UMS menjadi penggerak perubahan dalam pengembangan riset dan IPTEKS, baik untuk tingkat nasional maupun global.
“Mari wujudkan Renstra secara bersama, UMS semakin modern, unggul yang seunggul-unggulnya, menjadi penggerak perubahan, penebar nilai-nilai kebaikan kebermanfaatan, tumbuh-kembang bermutu, netes dan netes berkemajuan, berkelanjutan,” ujar Harun.
Agenda tersebut turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais, Bendahara PP Muhammadiyah Marpuji Ali, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Irwan Meilano, Sekretaris Lembaga Hubungan Kerja Sama Hubungan Internasional Pimpinan Pusat (LHKI PP) Muhammadiyah Yayah Khisbiyah, serta Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Aisyah Endah Palupi.
Peresmian gedung baru Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran ini diharapkan semakin memperkuat peran UMS dalam mencetak kader Muhammadiyah yang berilmu, berintegritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai Islam berkemajuan. Melalui penguatan kaderisasi, UMS tidak hanya mengembangkan keunggulan akademik, tetapi juga menyiapkan generasi penerus yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan secara universal. (Bhisma)






