MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pengajian Malam Selasa sebagai pengajian tertua di lingkungan Muhammadiyah sejak zaman Kiai Ahmad Dahlan dan masih aktif sampai sekarang membahas tema “Beramar Ma’ruf Nahi Munkar di Era Digital”.
Sebagai pemateri dalam Pengajian Malam Selasa pada Senin (19/10) di Kampus Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta adalah Ustaz Muhsin Hariyanto. Dia menjelaskan bahwa perintah amar ma’ruf nahi munkar harus dipahami secara bijak.
Sebab dakwah tidak hanya tentang menyeru, tapi juga harus memahami karakteristik mad’u atau sasaran dakwah. Oleh karena itu, kebijaksanaan seorang mubalig akan memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan dakwah.
“Karena sikap bijak itu diperlukan terkait dengan ruang, waktu, dan juga sesuatu yang terkait dengan apa yang mau kita lakukan, di mana kita bicara, kapan, dengan siapa, dalam masalah apa, untuk apa, itu harus kita coba untuk kita pertimbangkan,” katanya.
Maka dalam menjalankan perintah amar ma’ruf nahi munkar, katanya, harus disertai dengan hikmah baik untuk perkataan maupun tindakan yang dipilih oleh mubalig Muhammadiyah.
“Beramar ma’ruf nahi munkar itu tidak hanya perlu ilmu, tidak hanya perlu keberanian, dan tidak hanya perlu keterampilan. Tapi juga diperlukan sikap bijak.” tegasnya.
Muhsin mengajak supaya dalam berdakwah harus memiliki pertimbangan yang visioner atau jauh ke depan terkait dengan dampak dari pesan dakwah yang disampaikan baik itu melalui lisan, tulisan, maupun tindakan.
Dalam teori maqashid syariah, Muhsin menjelaskan, bahwa seorang mublig atau orang mukmin sekalipun itu tidak boleh hanya bicara tentang halal – haram, atau baik dan buruk saat perbuatan itu dilaksanakan.
“Sesuatu yang baik dan buruk pada saat suatu itu dilaksanakan itu harus dilihat kira-kira nilai manfaatnya apa dan nilai kemudaratannya apa. Ketika sesuatu itu dilakukan atau tidak dilakukan,” tegasnya.
Memahami konsep itu, maka dalam beberapa hal yang dikerjakan Rasulullah itu bisa ditunda pengerjaannya, atau sebaliknya bisa dipercepat pengerjaannya sesuai dengan momentum yang tepat.






