MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Tak jarang orang sering beranggapan berkuliah di perguruan tinggi swasta seakan-akan berada di kasta kedua. Hal ini ditampik oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat memberikan sambutan secara daring kepada mahasiswa baru dalam masa taaruf (Mataf) Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.
Menurutnya, di negara-negara maju, kampus swasta justru berada di jalur terdepan. Oleh karena itu, ia berpesan agar mahasiswa baru tidak merasa rendah diri untuk berada dan memilih kampus swasta.
Unisa Yogyakarta yang dikelola oleh ‘Aisyiyah menjadikannya keunggulan tersendiri.’Aisyiyah, sebagai organisasi perempuan Islam modern terbesar hingga ke level internasional terus berupaya maju dan berkembang dalam berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa.
Haedar mengatakan, bagusnya kampus sejatinya tidak akan memberikan hasil yang terbaik jika tidak diikuti semangat dan niat untuk maju dari mahasiswanya. Menjadi mahasiswa harus memiliki niat mencari ilmu, niat meningkatkan kualitas diri, dan niat untuk belajar hidup penuh dengan makna.
“Semuanya tergantung pada niat, kegigihan, kesungguhan, dan segala ikhtiar yang harus kalian usahakan sendiri,” lanjut Haedar.
Untuk mendukung niat tersebut, Unisa menyediakan media belajar bagi mahasiswa seperti: pengetahuan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Keaisyiyahan, dan berbagai aspek kehidupan diluar mata kuliah dan disiplin ilmu yang dipilih. Keanekaragaman tersebut ditambah pengabdian diri untuk memajukan masyarakat.
Hal ini dipesankan Haedar, agar jangan sampai ketika menjadi sarjana, ilmu yang diterima oleh mahasiswa menjadi tidak bermanfaat dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Sebaliknya, menjadi sarjana sebagaimana pesan Nabi, sebaik-baik manusia adalah yang memberi kemanfaatan.
“Nanti setelah betul-betul belajar di kampus Unisa tercinta ini, jadilah orang-orang yang membawa pesan kebaikan dalam kehidupan di sekitar kalian,” pesan Haedar. (alam)






