Senin, 28 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

UMSU Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Pencipta Teknologi

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
UMSU Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Pencipta Teknologi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Senin (28/9). Mengusung tema “Satu Klik, Sejuta Dampak”, kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, lingkungan, serta berbagai fasilitas yang tersedia di UMSU.

Pembukaan PKKMB UMSU turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla,  serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Haedar Nashir mengajak mahasiswa baru membangun kebanggaan terhadap almamater selama menempuh pendidikan di UMSU. Menurutnya, perguruan tinggi swasta memiliki kedudukan yang setara dengan perguruan tinggi negeri dalam mencetak generasi unggul.

“Tidak salah alamat untuk datang dan kuliah di UMSU,” tutur Haedar.

Haedar juga mengingatkan mahasiswa untuk memperbarui niat dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni semata-mata untuk menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu pengetahuan akan mengantarkan seseorang pada kehormatan, derajat, dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt.

Senada dengan Haedar, Kapolri Listyo Sigit menyebut pilihan mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan di UMSU merupakan keputusan yang tepat. Ia menilai kualitas UMSU telah teruji dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Memilih sekolah di UMSU itu memang semuanya sudah teruji,” ujar Sigit.

Sigit berpesan agar mahasiswa baru mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan global yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyinggung eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk ketersediaan bahan bakar akibat terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sigit juga mengapresiasi tema “Satu Klik, Sejuta Dampak” yang dinilainya relevan dengan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi sekaligus bijak dalam memanfaatkannya.

“Ini tantangan ke depan yang harus dihadapi oleh adik-adik. Kita memang sedang masuk dalam dunia ini,” ujarnya.

Sementara  Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan pemerintah daerah akan mendukung mahasiswa UMSU agar dapat menjalani perkuliahan dengan baik. Salah satunya melalui dukungan beasiswa bagi mahasiswa.

“Ada kuota khusus beasiswa mahasiswa maupun mahasiswi UMSU,” sebut Bobby.

Merespons tema PKKMB, Bobby menilai mahasiswa UMSU perlu mengambil peran lebih besar dalam perkembangan teknologi. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi produsen dan pencipta teknologi.

“Kami apresiasi dan bangga sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang ada kampus UMSU-nya,” ungkapnya.

Rektor UMSU Akrim menegaskan komitmen kampus dalam membangun lingkungan pendidikan yang terbuka dan inklusif. Menurutnya, UMSU memberikan kesempatan yang sama kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa non-Muslim.

Pada penerimaan mahasiswa baru kali ini, tercatat 194 mahasiswa non-Muslim. Secara keseluruhan, UMSU memiliki 1.031 mahasiswa non-Muslim.

“Ini membuktikan bahwa UMSU sebagai kampus yang terbuka, kampus yang inklusif, dan memberikan kesempatan yang sama pada siapa saja yang belajar,” pungkasnya. (Alam)

Tinggalkan Balasan