MUHAMMADIYAH.OR.ID, MADIUN – Tahun Akademik 2026/2027 ini, Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menerima beberapa mahasiswa baru yang berlatar Kristiani.
Ada lima mahasiswa baru beragama Kristen dan Katolik yang kuliah di beberapa program studi (Prodi) yang dikelola UMJT. Mereka berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mereka adalah Irene Nata Wea beragama Katolik, Fransiskus Vian Baok (Katolik) dari Prodi Administrasi Kesehatan (Adminkes).
Berikutnya Benedikta Yuyun Toda (Katolik), Shallom Putri Zefanya (Kristen) dari Prodi Kesejahteraan Sosial dan Miranda Emillia(Kristen) dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Pengalaman pertama
Saat ini mereka tengah mengikuti Program UMJT Menyapa dan MASTA 2026. Pengalaman pertama menjadi mahasiswa dari siswa sekolah dengan bertemu mahasiswa baru lainnya tentu saja ada rasa canggung.
Hal itu diakui Yuyun, panggilan akrab dari Benedikta Yuyun Toda yang mengatakan sejak awal tidak pernah berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda dalam banyak hal.
“Awalnya menegangkan, sejak kecil sampai SMA belum pernah ketemu orang yang lain budaya,agama jadi canggung,” terang Yuyun dalam rilis yang diterima pada Kamis (24/9).
Namun setelah ikut program Soft skill dua hari dengan berinteraksi dengan peserta lain, Yuyun mengaku suasana hatinya sudah terasa nyaman dengan situasi yang ada.
“Sekarang suasana sudah mulai biasa. Tidak begitu kaku seperti sebelumnya. sudah berinteraksi dengan mahasiswa lainnya,”ujar kelahiran Maumere, Flores, NTT Itu.
Situasi yang sama juga diakui Fransiskus Vian Baok, yang mengaku merasa canggung saat awal awal beradaptasi dengan budaya akademik baru bagi mereka.
“Awalnya canggung, ragu, malu juga. Tapi sudah ketemu teman mahasiswa lainnya, bertemu dosen juga, jadi sudah mulai terbiasa,” ujar Fian.
Suasana berbeda dialami Irene Nata Wea yang tidak merasa asing dengan suasana hari pertama masuk dan berinteraksi di kampus.
“Biasa saja. Tadi sudah bisa berinteraksi dengan berkenalan, bicara dengan mahasiswa lain,” ujar Irene yang sudah pernah kuliah sebelumnya itu.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMJT, Fajar Junaedi, menyampaikan keberadaan mahasiswa dari berbagai latar adalah bukti UMJT adalah pilihan terbaik bagi siapapun.
“UMJT membuka ruang toleransi dan keberagaman dalam pembelajaran yang adaptif. Siapapun berhak dan bisa kuliah di UMJT, kampus menjunjung tinggi toleransi. Jadi segera bergabung dengan UMJT,” terang Fajar Junaedi.






