Rabu, 30 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Mahasiswa Muhammadiyah Harus Berani Berpikir, Berkarya, dan Berkolaborasi

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Mahasiswa Muhammadiyah Harus Berani Berpikir, Berkarya, dan Berkolaborasi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG — Memasuki jenjang pendidikan tinggi, mahasiswa baru berada pada fase penting dalam proses transformasi diri. Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa menuntut adanya perubahan pola pikir, sikap, dan karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyampaikan pesan tersebut saat memberikan sambutan dalam penyambutan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (8/9).

“Kalian sekarang sudah bukan lagi siswa, tapi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang. Oleh karena itu, harus bertransformasi, harus berubah,” tegas Muhadjir yang juga merupakan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM tersebut.

Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri agar tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi lulusan yang sukses dan memiliki daya saing. Untuk itu, ia menekankan pentingnya penguasaan kompetensi dasar yang dirangkum dalam konsep 5C, yakni Critical Thinking, Creativity and Innovation, Communication Skill, Collaboration, dan Confidence.

Pada aspek pertama, Critical Thinking atau kemampuan berpikir kritis, Muhadjir mendorong mahasiswa untuk berani mengemukakan gagasan, bertanya, dan berdiskusi secara konstruktif, baik dengan sesama mahasiswa maupun dosen.

Ia membandingkan budaya belajar di sekolah dengan perguruan tinggi. Jika saat di sekolah siswa cenderung menerima penjelasan guru, di perguruan tinggi mahasiswa justru dituntut aktif menggunakan nalar dan tidak ragu menyampaikan pertanyaan maupun ketidaksetujuan apabila menemukan hal yang dianggap kurang tepat.

“Jangan ragu untuk bertanya atau menyampaikan ketidaksepahaman apabila dirasa ada hal yang kurang tepat. Itu bagian dari kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.

Selanjutnya, Creativity and Innovation. Muhadjir mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif yang dapat melahirkan berbagai karya inovatif.

Ia menjelaskan, kreativitas merupakan proses yang berlangsung dalam pikiran, sedangkan inovasi merupakan bentuk nyata dari gagasan tersebut.

“Kreatif itu di dalam otak, inovasi itu di tangan kalian,” sebut Muhadjir.

Kemampuan ketiga yang perlu dikuasai adalah Communication Skill atau kemampuan berkomunikasi. Menurut Muhadjir, kecerdasan dan penguasaan ilmu perlu diimbangi dengan kemampuan menyampaikan gagasan melalui komunikasi lisan maupun tulisan secara baik dan runtut.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi mahasiswa UMM. Selain bahasa Indonesia, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris dan bahasa Arab, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh bidang keilmuan agama.

“Bahasa Indonesia bagus, tapi tidak cukup untuk mahasiswa UMM. Harus menguasai beberapa bahasa asing utama. Terutama bahasa Inggris, ditambah bahasa Arab, apalagi yang jurusan-jurusan agama,” lanjut Muhadjir.

Aspek keempat adalah Collaboration atau kemampuan bekerja sama. Muhadjir menilai proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak boleh berlangsung secara satu arah. Mahasiswa perlu membangun interaksi yang aktif dengan dosen maupun sesama mahasiswa melalui kolaborasi dan sinergi.

Menurutnya, lingkungan kampus harus menjadi ruang pembelajaran yang interaktif sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bekerja sama dan menghargai peran orang lain.

Terakhir, Muhadjir menekankan pentingnya confidence atau kepercayaan diri. Mahasiswa Muhammadiyah, menurutnya, harus memiliki keberanian untuk tampil, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak minder atau terlalu malu dalam mengembangkan potensi diri. Kepercayaan diri menjadi modal penting agar mahasiswa mampu menghadapi berbagai tantangan dan berkontribusi secara lebih luas.

“Mahasiswa UMM harus percaya diri, harus berani, jangan pemalu. Pemalu tidak boleh, apalagi malu-maluin,” pungkas Muhadjir. (Alam)

Tinggalkan Balasan