MUHAMMADIYAH.OR.ID, KULON PROGO – Warga Muhammadiyah dipersilahkan menjadi atau berprofesi apapun, asalkan satu yang harus dipegang kuat adalah harus mengenal Islam dengan baik dan lebih baik.
Menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, Islam bagi Muhammadiyah tak sebatas agama teks yang ada di Al Qur’an untuk dibaca saja, melainkan tuntunan hidup sepenuhnya bagi manusia.
“Tapi kalau gagal mengenal Islam dengan baik, yakin tidak bakal ketemu surganya Allah. maka jadi apapun kita, selalu berusaha untuk mengenal Islam dengan baik,” ungkapnya pada Ahad (6/9) dalam Kajian Rutin Sapa Jamaah Ahad Pagi di Kulon Progo.
Oleh karena itu, mengaji atau pengajian bagi warga Muhammadiyah ini merupakan kebutuhan. Sebab dari forum-forum tersebut selain dapat menjalin silaturahmi, juga dapat memperdalam kenalan dengan Islam.
Dalam sejarah panjang Muhammadiyah, pengajian menjadi ruang penyambung gerakan sekaligus ruh Muhammadiyah. Melalui pengajian kader maupun simpatisan Muhammadiyah menjaga kedalaman berislam dan bermuhammadiyah.
Maka tak berlebihan jika dr. Agus menyambut pengajian merupakan ruh dakwah Muhammadiyah. Hal ini terbukti sejak zaman Kiai Ahmad Dahlan sampai sekarang, pengajian sebagai wadah internalisasi Kemuhammadiyahan.
Dia berpesan, kepada pimpinan Muhammadiyah untuk aktif membina warga maupun jemaah Muhammadiyah. Pengajian yang semula ramai ketika Bulan Ramadan harus diteruskan sampai ketemu Ramadan berikutnya, dan berikutnya lagi.
Pengajian di lingkungan Muhammadiyah, imbuhnya, harus memperhatikan madu’ atau jemaah. Sehingga materi-materi yang dibawakan bisa menyesuaikan, atau dibuat kurikulum sehingga pengajian bisa terstruktur.






