Rabu, 30 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Barry Adhitya Resmi Pimpin Lazismu Pusat, Siap Perkuat Transformasi Digital dan Ekosistem Ekonomi

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Barry Adhitya Resmi Pimpin Lazismu Pusat, Siap Perkuat Transformasi Digital dan Ekosistem Ekonomi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Bertepatan dengan Milad Lazismu ke-24, Barry Adhitya resmi dilantik sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat periode 2026–2027 melalui prosesi serah terima jabatan yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (3/7).

Serah terima jabatan dilakukan dari Direktur Utama sebelumnya, Ibnu Tsani, dan disaksikan Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Hajriyanto Y. Thohari, serta Nizam Burhanuddin. Pada kesempatan yang sama, Lazismu juga meluncurkan logo Milad ke-24 yang mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak.”

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari penyegaran organisasi (tour of duty) untuk memperkuat tata kelola kelembagaan Lazismu.

Mengemban amanah baru, Barry Adhitya menegaskan komitmennya melanjutkan agenda strategis yang telah dirumuskan dalam rencana strategis (Renstra) Lazismu, terutama dalam penguatan penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, pelaporan, serta transformasi digital.

“Upaya mengoptimalkan jejaring Lazismu se-Indonesia menjadi sangat penting untuk meningkatkan tata kelola layanan dan mendorong pertumbuhan organisasi berbasis pengetahuan yang lahir dari fakta, observasi lapangan, dan pengalaman langsung. Dengan demikian, Lazismu mampu terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat,” ujar alumnus Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Menurut Barry, tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut Lazismu memperkuat empat pilar utama organisasi.

Pertama, kepatuhan syariah, yakni memastikan seluruh pengelolaan dana ZISKA dilaksanakan secara amanah melalui pelaporan yang akuntabel kepada para donatur, mitra, Kementerian Agama, BAZNAS, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kedua, penguatan program berdampak, dengan mengembangkan program berbasis kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan data pemerintah maupun sektor swasta agar pendistribusian dan pendayagunaan semakin tepat sasaran.

Barry juga mendorong penguatan peran Kantor Layanan Lazismu berbasis masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun zakat, tetapi juga mampu mendata mustahik dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Ketiga, integrasi teknologi, sehingga Lazismu tidak hanya menyediakan kanal donasi digital, tetapi juga menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Keempat, penguatan kompetensi dan integritas amil, melalui peningkatan standar kompetensi, profesionalisme, serta pembentukan karakter yang rendah hati, peduli, dan memiliki integritas tinggi.

“Semua amil harus memiliki kompetensi dan integritas. Di samping itu, diperlukan kerendahan hati serta kepekaan sosial agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” ujarnya.

Barry juga memohon dukungan seluruh elemen Muhammadiyah, para mitra, dan masyarakat dalam mengemban amanah tersebut.

“Ini merupakan amanah besar. Semoga di usia ke-24 tahun, Lazismu semakin bangkit membangun kemandirian dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Sebelum dipercaya memimpin Lazismu Pusat, Barry telah menjadi anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat sejak 2015. Ia juga memiliki pengalaman panjang di bidang kemanusiaan, kesehatan, kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen program, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada kesempatan yang sama, Ibnu Tsani menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah, jajaran Lazismu se-Indonesia, serta seluruh mitra yang telah mendukung kepemimpinannya selama periode 2024–2026.

“Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk berinteraksi dan berkolaborasi bersama seluruh pihak dalam mengembangkan program-program Lazismu. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang telah diberikan,” tuturnya.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa pergantian direktur utama merupakan bagian dari implementasi pedoman baru tata kelola Lazismu yang ditetapkan oleh PP Muhammadiyah.

Menurut Hilman, semakin besarnya penghimpunan dana ZISKA menuntut Lazismu memiliki sistem tata kelola, manajemen risiko, serta audit yang semakin kuat.

“Perubahan ini merupakan langkah progresif. Semakin besar dana yang dikelola Lazismu, semakin besar pula tanggung jawab dalam membangun tata kelola, manajemen risiko, dan sumber daya manusia yang profesional,” ujarnya.

Hilman berharap Lazismu dapat menjadi salah satu institusi Muhammadiyah yang berperan strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui penguatan tata kelola, audit syariah, kemitraan, dan inovasi program.

“Ekosistem ekonomi syariah harus terus diperkuat. Karena itu, saya memberikan amanah kepada Badan Pengurus dan direksi baru untuk membangun kemitraan yang lebih luas melalui berbagai inovasi program dan pemanfaatan teknologi,” pesannya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, juga menyampaikan apresiasi kepada Ibnu Tsani atas dedikasinya selama memimpin Lazismu serta mengucapkan selamat kepada Barry Adhitya.

“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari tour of duty yang lazim dalam Muhammadiyah. Perubahan harus disikapi dengan soliditas dan integrasi yang semakin kuat agar Lazismu mampu menjawab berbagai tantangan ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini Lazismu juga tengah menjalani audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dan audit syariah sebagai bagian dari komitmen memperkuat akuntabilitas organisasi.

Memasuki usia ke-24 tahun yang diperingati pada Sabtu (4/7), Lazismu mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” sebagai semangat membangun ekosistem ZISKA yang semakin terintegrasi, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan