MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Mengisi kultum dalam agenda Silaturahmi Idulfitri Karyawan PP Muhammadiyah bersama Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bambang Sudjatmiko, menegaskan bahwa bulan Syawal merupakan momentum penting untuk refleksi diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Dalam kegiatan yang digelar Kamis (16/4) Bambang menyampaikan bahwa tujuan utama dari ibadah Ramadan adalah membentuk manusia unggul atau insan kamil, yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional.
“Ini masih termasuk bulan Syawal. Kita harus sepakat bahwa tujuannya adalah membentuk manusia unggul, insan kamil, dan manusia yang cerdas secara spiritual, intelektual, maupun emosional,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mereka yang mampu melakukan perbaikan diri pasca-Ramadan termasuk golongan muttaqin. Merujuk pada Al-Qur’an, khususnya Q.S. Ibrahim ayat 24–25, orang bertakwa diibaratkan seperti pohon yang memiliki akar kuat.
“Ibarat pohon, jika akarnya kuat, maka pohonnya juga akan kokoh. Dengan kuatnya iman, pengetahuan, dan kematangan emosional, kita akan menghasilkan dampak yang baik dan menjadi manusia terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa karyawan PP Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai tonggak utama dalam menggerakkan persyarikatan. Oleh karena itu, nilai-nilai Muhammadiyah harus terus didakwahkan kepada masyarakat secara konsisten.
Ia mengajak seluruh karyawan untuk tidak hanya berdakwah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Berdakwahlah dan berdampaklah sesuai dengan apa yang telah diajarkan Muhammadiyah,” pesannya.
Menutup kultumnya, Bambang mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam setiap amal. Menurutnya, segala aktivitas yang dilakukan dengan landasan keikhlasan akan bernilai ibadah dan menjadi bekal di hadapan Allah SWT.
“Apapun yang kita lakukan, hendaklah dilandasi dengan keikhlasan agar menjadi ibadah dan bekal kita saat menghadap Allah SWT,” pungkasnya. (bhisma)






