Sabtu, 3 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

MPKU Tegaskan Komitmen OMOR dalam Penguatan Layanan Kesehatan Kebencanaan

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
MPKU Tegaskan Komitmen OMOR dalam Penguatan Layanan Kesehatan Kebencanaan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan nasional, khususnya terhadap penanganan bencana alam yang tengah terjadi di wilayah Sumatera.

Dalam upaya penanganan bencana tersebut, MPKU terus menjalin aksi sinergi bersama berbagai majelis persyarikatan Muhammadiyah lainnya terutama MDMC, melalui gerakan satu komando yang dikenal dengan istilah OMOR “One Muhammadiyah, One Response” 

“Pada saat terjadi bencana kita itu selalu mencoba menerapkan One Muhammadiyah One Respons. Di mana leading leading majelisnya atau lembaganya adalah MDMC,” jelas dr. Ekorini Listiowati pada Kamis (22/1).

Dalam pelaksanaan OMOR, menurut dr. Ekorini, koordinasi layanan dan pemetaan kebutuhan sumber daya medis menjadi hal krusial pertama yang harus diperhatikan MPKU bersama Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA) lainnya. Mengingat sifat bencana yang tidak dapat diprediksi, MPKU harus selalu siap, sigap, dan cepat dalam menghadirkan tim siaga medis profesional untuk dikirim ke lokasi bencana. 

“Tim lengkap itu dokternya minimal dua, kemudian perawat minimal ada tiga, kemudian bidan berapa, apoteker berapa, kira-kira satu tim itu sembilan orang dengan multi-profesional. Se seperti halnya kita semacam mendirikan satu klinik darurat kayak gitu,” jelasnya.

Terkait pemetaan kebutuhan tenaga medis tersebut, MPKU menekankan setiap RSMA untuk terus memperhatikan jumlah ketersediaan tenaga medisnya, agar operasional pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap mampu berjalan efektif dan efisien seperti biasa.

Lebih lanjut, manajerial kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan turut menjadi perhatian khusus kala terjun di lokasi kebencanaan. 

Berkenaan dengan hal tersebut, dalam mendorong keberhasilan gerakan OMOR ke depannya, dr. Ekorini menilai perlu ada pendidikan dan pelatihan kebencanaan bagi para tenaga medis RSMA.  Menurutnya, situasi bencana akan menghadirkan pengalaman dan kasus kesehatan yang berbeda, sehingga setiap tenaga medis yang terjun ke lapangan perlu memiliki kesiapan khusus. 

Maka dari itu, MPKU berencana melakukan sinergi bersama MDMC melalui program pelatihan kebencanaan. dr. Ekorini berharap hal ini kelak dapat menjadi roda penggerak sinergi kolaborasi lintas majelis lainnya, dalam memperkuat aksi tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi terhadap fenomena – fenomena kebencanaan. (Fiya)

Tinggalkan Balasan