MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Pada era yang semakin maju, rasa kemanusiaan umat manusia masih terus diuji. Penghilangan nyawa dan perampasan sesuatu yang bukan haknya masih terus terjadi di bumi ini.
Situasi konflik dan perang di era modern yang masih terus berlangsung ini disayangkan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Kejadian ini menurutnya seakan rasa kemanusiaan sudah hilang.
Terbaru, Dadang memaparkan ada puluhan nyawa melayang termasuk anak-anak dan perempuan dalam konflik atau penindasan berkepanjangan yang dilakukan oleh Israel ke rakyat Palestina.
“Termasuk jutaan orang menderita kelaparan dan pengungsian. Tidak punya hati nurani itu orang-orang Israel itu” katanya pada Jumat (10/10) dalam Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang diadakan ‘Aisyiyah Jawa Barat melalui TVMU.
Kebiadaban umat manusia ini menjadikan manusia lebih rendah dari binatang. Pelaku kejahatan kemanusiaan menurut Dadang, di hatinya tidak ada rasa kemanusiaan dan kasih sayang.
Selain perang yang tak kunjung usai antara Israel dan Palestina, Dadang juga menyayangkan pada era modern seperti sekarang masih banyak perang dan konflik yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan – seperti di Eropa, Asia, hingga Afrika.
“Tapi sebenarnya banyak sekali peristiwa, termasuk peristiwa di Tiananmen di Cina. Banyak sekali, termasuk di Burundi di Afrika jutaan orang meninggal,” ungkap Dadang.
Guru Besar Sosiologi Agama ini menerangkan, tabiat manusia yang suka perang dan menumpahkan darah sesama ini telah digambarkan dengan jelas dalam dialog antara malaikat dengan Tuhan ketika menunjuk manusia sebagai khalifah di bumi sebagaimana disebutkan di Surat Al Baqarah ayat 30.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini Dadang berpesan untuk memperkuat akidah dan keimanan. Sebab dari penguatan tersebut manusia akan menyaring sifat-sifat kebinatangan yang ada di dalam dirinya.
Dadang berpendapat, dari akidah yang kuat akan melahirkan manusia yang salih. Kesalihan itu akan berdampak pada keagamaan yang kokoh, ritual ibadah yang kuat, kemanusiaan yang dalam, serta spiritualitas yang positif.
