MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Kader Muhammadiyah yang berdiaspora khususnya yang ke kawasan Timur Tengah dipesani supaya mengambil banyak ilmu dari sumbernya, dan ketika kembali ke Indonesia harus siap mengabdi untuk bangsa.
Pesan itu diberikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal ketika menerima kunjungan dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Libya di Institut Tabligh Muhammadiyah.
Menurut Fathur, kesempatan belajar di luar negeri termasuk di kawasan Timur Tengah tidak semua kader dapat merasakannya. Oleh karena itu, bagi kader yang diberikan kesempatan supaya tidak menyia-nyiakan itu.
“Ambillah ilmu sebanyak-banyaknya dari para ahlinya langsung. Ketika nanti sudah waktunya kembali ke Indonesia, kita harus siap memberikan yang terbaik bagi umat, bangsa, dan negara,” kata Fathur pada pertemuan yang digelar pada Rabu (15/10).
Sementara itu, Ketua PCIM Libya, Fadhil Novel Abdullah menyampaikan terima kasih atas pesan yang diberikan. Dia berharap dari kunjungan ini dapat membangun sinergitas antara PCIM Libya dengan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) Muhammadiyah.
“Sinergitas antara PCIM Libya dengan Majelis-Majelis Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat penting, karena dari sanalah kita dapat memetakan dan mempelajari apa yang sekiranya ke depan sangat dibutuhkan oleh umat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan para kader Muhammadiyah di Libya, termasuk peserta Program Inkubasi Kader Mubalig-Ulama Muhammadiyah yang saat ini berjumlah sekitar 38 orang dan tengah menempuh pendidikan di Kulliyah Dakwah Islamiyah dan Al-Asmariya Islamic University.
Selain itu, dibahas pula rencana keberangkatan kader baru untuk Program Inkubasi Tahun Akademik 2025/2026, sebagai bagian dari upaya regenerasi dan penguatan kader ulama Muhammadiyah di tingkat internasional.
