MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman mengapresiasi penuh kiprah dan proses panjang yang dilakukan Emergency Medical Team, Muhammadiyah Disaster Management Center (EMT MDMC) dalam sektor kebencanaan dan kemanusiaan global.
Atas kiprah dan proses panjangnya tersebut, EMT Muhammadiyah menjalani proses verifikasi internasional yang diuji langsung oleh World Health Organization (WHO), sekaligus menjadi momentum pertama kalinya EMT dari Indonesia yang diuji langsung oleh WHO.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi apa yang telah disiapkan, kami mendukung penuh dan mengetahui ini adalah proses perjalanan yang panjang. Kami mencatat prosesnya sudah 9 tahun, dimulai sejak tahun 2016 yang merupakan tahun berdirinya EMT MDMC,” ucap Agus dalam agenda yang digelar di Aula Masjid KH. Sudja’, PKU Muhammadiyah Gamping pada Sabtu (18/10).
Agus mengungkap bahwa dibentuknya EMT Muhammadiyah sejak 2016 tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari usaha-usaha internasionalisasi yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Ia juga mengungkap, hal tersebut merupakan sebuah amanat besar yang dihasilkan langsung dari Muktamar Muhammadiyah di Surakarta.
“Agenda internasionalisasi Muhammadiyah dulu kita kenal: Pertama, Internasionalisasi ide dan gagasan yang mana itu dilakukan terus menerus dalam rangka mengembangkan dan mewujudkan kiprah Muhammadiyah dalam dunia kemanusiaan global. Kedua adalah internasionalisasi peran yang dilakukan secara terus menerus, dan ketiga adalah internasionalisasi gerakan, di mana kita secara kelembagaan terlibat terus di dalam dunia Internasional di berbagai sektor,” jelasnya.
Agus juga mengungkapkan harapannya bahwa proses panjang yang dilakukan, kedepan harus menghasilkan kiprah-kiprah yang panjang dan berkelanjutan. Sebagai cerminan dari “One Muhammadiyah, One Respons”, Muhammadiyah berkomitmen untuk bersinergi dan berperan bersama di seluruh sektornya untuk memajukan dan menyejahterakan bangsa.
“Apa yang dilakukan Muhammadiyah adalah wujud kontribusi bagi umat dan bangsa serta peran global. Inilah yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam membangun Indonesia yang kita cintai. Maka, mari kita jaga spirit kita untuk membangun dan berbuat yang lebih baik,” pungkasnya. (Bhisma)
