MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki peluang kerja sama dengan mitra dari Spanyol dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, teknologi digital, dan pengembangan bisnis. Sejumlah peluang konkret dibahas, mulai dari program kerja musiman bagi siswa SMK Muhammadiyah, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pengembangan wisata sejarah Islam.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (14/10) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Hadir mewakili PP Muhammadiyah, Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah Mohammad Zainal Fatah, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni, anggota LHKI PP Muhammadiyah Bunyan Saptomo, serta Bendahara PWM Jawa Timur Zainul Muslimin.
Delegasi Spanyol hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol Muhammad Najib, Direktur sekaligus Imam Masjid M-30 Madrid Adil Mohamed Hachmi, Direktur Pengembangan Bisnis Jacinta Dominguez, Direktur Strategi Komersial Fernando Delgado, serta Sekretaris Duta Besar Jonathan Petrarico.
Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa penjajakan tersebut bertujuan mengidentifikasi peluang kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing pihak. Muhammadiyah memiliki pengalaman dalam mengelola amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama internasional.
“Kita ingin melihat peluang kerja sama yang saling menguntungkan dan memungkinkan untuk dilaksanakan. Setelah itu, perlu dibentuk tim untuk menindaklanjuti berbagai peluang yang sudah dibicarakan,” ujarnya.
Salah satu peluang yang dibahas ialah program summer job atau pekerjaan musiman di Spanyol bagi siswa SMK Muhammadiyah dan mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah. Program ini berpotensi memberikan pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan keterampilan peserta sesuai kebutuhan dunia kerja. Pelaksanaannya perlu diawali dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dan persiapan kompetensi yang sesuai.
Selain ketenagakerjaan, kedua pihak menjajaki pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta kerja sama pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Spanyol. Peluang kolaborasi juga mencakup teknologi digital, pemrograman (coding), dan kesehatan.
Kembangkan Potensi Bisnis dan Wisata Sejarah Islam
Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Muhammad Najib menilai hubungan Indonesia dan Spanyol memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama melalui kerja sama pendidikan dan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, ia membawa sekitar 30 pelaku usaha Spanyol untuk mengikuti Trade Expo Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan. Sejumlah pelaku usaha tersebut, menurutnya, menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Muhammadiyah.
Najib menjelaskan bahwa diplomasi tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tetapi juga melalui hubungan dengan pelaku usaha dan berbagai jejaring profesional. Hubungan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia, Spanyol, dan Muhammadiyah.
Menurut Najib, Spanyol merupakan salah satu negara di Eropa yang potensinya masih dapat dikembangkan lebih jauh dalam hubungan ekonomi Indonesia.
Ia berharap Muhammadiyah dapat mengambil peran aktif dalam memanfaatkan peluang tersebut, termasuk melalui pengembangan usaha dan perluasan jejaring internasional.
Najib juga menyampaikan gagasan pengembangan paket perjalanan umrah yang dipadukan dengan kunjungan ke situs-situs bersejarah peradaban Islam di Spanyol, seperti Cordoba dan Granada. Gagasan ini berpotensi mengembangkan wisata religi sekaligus memperkenalkan warisan sejarah Islam kepada masyarakat Indonesia.
Di bidang ekonomi, pembahasan turut mencakup profesionalisasi pengelolaan usaha Muhammadiyah dan peluang memperluas jangkauan bisnisnya ke tingkat internasional. Najib menilai kerja sama dapat dimulai melalui program-program konkret yang realistis untuk dilaksanakan, kemudian dikembangkan secara bertahap.
Beasiswa dan Pertukaran Mahasiswa
Direktur sekaligus Imam Masjid M-30 Madrid Adil Mohamed Hachmi mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kegiatan kemanusiaan. Ia menilai berbagai program yang dijalankan Muhammadiyah dapat menjadi landasan untuk membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun ideologi.
Adil mengaku telah mengenal Muhammadiyah, tetapi pertemuan tersebut memberinya kesempatan untuk memahami lebih jauh kepemimpinan dan kiprah organisasi tersebut. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal bagi pengembangan kolaborasi yang lebih konkret.
“Saya mengapresiasi sambutan Muhammadiyah dan berbagai program yang telah dilakukan, terutama dalam pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Kami berharap dapat membangun kerja sama yang nyata, khususnya melalui beasiswa dan pertukaran mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Adil, mahasiswa Indonesia berpeluang melanjutkan studi di Spanyol maupun negara lain, seperti Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Sebaliknya, mahasiswa dari Spanyol dan Amerika Latin juga dapat memperoleh kesempatan untuk belajar di Indonesia.
Untuk menindaklanjuti peluang tersebut, pihaknya berencana membentuk tim koordinasi bersama Muhammadiyah guna memetakan potensi dan menyusun program yang memungkinkan untuk direalisasikan.
Muhadjir menegaskan bahwa berbagai peluang yang dibicarakan perlu diterjemahkan menjadi program nyata. Menurutnya, keberhasilan kerja sama tidak hanya diukur dari banyaknya rencana yang disepakati, tetapi juga dari realisasi program yang dapat dijalankan.
“Kalaupun dari berbagai rencana yang dibicarakan hanya sekitar 20 persen yang dapat direalisasikan, itu sudah menjadi hasil yang baik. Yang penting, kita mulai membangun dialog dengan berbagai pihak dan menemukan kerja sama yang benar-benar bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan mitra di Spanyol melalui kerja sama pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, teknologi, dan bisnis yang konkret serta berkelanjutan.






