Sabtu, 24 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Gandeng CUHK-Shenzhen, Perluas Kolaborasi Riset dan Pendidikan Global

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah Gandeng CUHK-Shenzhen, Perluas Kolaborasi Riset dan Pendidikan Global

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SHENZHEN – Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat (Diktilitbang PP) Muhammadiyah menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri di Tiongkok.

Agenda Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah di Tiongkok berlangsung pada 14-15 Oktober 2026 lalu yang mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan The Chinese University of Hong Kong, Shenzhen (CUHK-Shenzhen) dan kemudian juga melakukan kunjungan industri ke Foshan Electrical and Lighting Co., Ltd. (FSL).

Kesepakatan ini mencakup sejumlah peluang kolaborasi, antara lain program gelar bersama (joint degree maupun dual degree), pertukaran dosen dan mahasiswa, serta riset bersama. Bidang yang menjadi perhatian meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), sains data (data science), sains biomedis, manufaktur maju, dan pembangunan berkelanjutan.

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin mengatakan kemitraan dengan CUHK-Shenzhen menjadi salah satu langkah untuk memperkuat internasionalisasi PTMA, terutama melalui pengembangan pendidikan, riset, dan mobilitas akademik.

“Kerja sama dengan CUHK-Shenzhen merupakan pijakan strategis bagi PTMA untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset bertaraf internasional. Melalui kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, dan program gelar bersama ini, kami berharap dapat mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global yang siap berkontribusi pada kemajuan persyarikatan dan bangsa,” ujar Muttaqin dalam rilis yang diterima redaksi pada Jumat, (23/10).

Menanggapi hal tersebut Rektor CUHK-Shenzhen, Yangsheng Xu, menyambut positif kemitraan dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Ia menilai kerja sama ini berpeluang memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Tiongkok sekaligus membuka ruang kolaborasi riset.

Ia mengatakan bahwa mahasiswa Indonesia telah memiliki rekam jejak akademis yang sangat baik dan menjad komunitas internasional terbesar di CUHK-Shenzhen. Kemitraan ini, katanya juga akan memperkuat hubungan akademik kedua dan membuka kolaborasi riset inovatif yang berdampak luas.

Sementara itu dalam kunjungan industri ke FSL, Majelis Diktilitbang menjajaki peluang kerja sama dalam bidang riset terapan, magang mahasiswa, dan transfer teknologi bagi fakultas teknik dan sains di lingkungan PTMA.

Ahmad Muttaqin menilai keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri penting agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.

Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu pembuka kerja sama riset terapan, transfer teknologi, serta penyediaan ruang magang industri bagi mahasiswa dan dosen fakultas teknik serta sains di PTMA. Dengan begitu, inovasi yang dikembangkan PTMA dapat terhubung langsung dengan kebutuhan industri global,” pungkas Muttaqin.

Penandatanganan MoU dengan CUHK-Shenzhen dan penjajakan kolaborasi dengan FSL diharapkan menjadi langkah awal menuju program yang lebih konkret dalam bidang pendidikan, penelitian, mobilitas akademik, pengembangan inovasi, dan keterhubungan PTMA dengan industri global. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan