MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko bersilaturahmi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (13/10).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kaderisasi, perkembangan organisasi, serta peluang perluasan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan penelitian.
Ketua PCIM Maroko, Faisal Maulana, menyampaikan bahwa organisasi saat ini berfokus pada dua agenda utama, yakni pengaderan internal dan pengembangan kerja sama eksternal. Kedua agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas kader sekaligus memperluas jejaring Muhammadiyah dengan berbagai institusi di Maroko dan Indonesia.
“PCIM Maroko berupaya memperkuat kaderisasi sekaligus membangun kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan. Kami berharap potensi yang ada di Maroko dapat dikembangkan menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi Muhammadiyah dan dunia pendidikan,” ujar Faisal.
Salah satu pembahasan utama adalah implementasi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Muhammadiyah dan dua institusi pendidikan di Maroko, yaitu Institut Darul Hadis el-Hassania dan Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah.
Selama ini, implementasi kerja sama tersebut antara lain diwujudkan melalui pengiriman delegasi Muhammadiyah untuk melanjutkan studi di Maroko. Ke depan, kolaborasi diharapkan dapat diperluas melalui kemitraan dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik.
Peluang kerja sama juga terbuka dengan perguruan tinggi negeri di Maroko. Sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan meliputi seminar internasional, pertukaran peneliti, pertukaran literatur ilmiah, serta penelitian bersama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Maroko.
Maroko dinilai memiliki tradisi keilmuan yang khas, dengan warisan intelektual Islam serta interaksi dengan pemikiran Barat. Potensi tersebut dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkaya perspektif akademik bagi perguruan tinggi di kedua negara.
Menanggapi peluang tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyambut baik gagasan pengembangan kerja sama yang disampaikan PCIM Maroko. Menurutnya, peluang kolaborasi internasional perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Peluang kerja sama ini perlu ditindaklanjuti secara konkret dengan melibatkan PTMA. Dengan begitu, potensi yang dimiliki masing-masing institusi dapat dikembangkan menjadi program pendidikan dan penelitian yang berkelanjutan,” tutur Syafiq.
PP Muhammadiyah akan menghubungkan berbagai peluang tersebut dengan PTMA agar dapat ditindaklanjuti sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing institusi.
Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran PCIM Maroko sebagai penghubung antara Muhammadiyah dan institusi pendidikan di Maroko. Melalui penguatan kaderisasi dan perluasan kemitraan internasional, PCIM Maroko diharapkan dapat mendorong kolaborasi pendidikan dan penelitian yang berkelanjutan sekaligus memperluas kontribusi Muhammadiyah di tingkat global. (taufik)






