MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL — Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dukung penyediaan dan pengaderan mubalig Muhammadiyah oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak melalui Pondok Matan Darussalam.
Dukungan itu disampaikan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ketika menerima kunjungan silaturahmi PDM Demak ke Kantor Institut Tabligh Muhammadiyah pada (14/10) yang berlokasi di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menjelaskan, keberadaan pondok memiliki potensi untuk mendukung penguatan dakwah Muhammadiyah, terutama dalam memenuhi kebutuhan mubalig yang memiliki penguasaan ilmu keislaman dan kemampuan memahami literatur klasik.
Dirinya juga menegaskan pentingnya keberlanjutan pengembangan Pondok Matan Darussalam agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
“Pondok ini patut dilanjutkan dan dikembangkan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua PDM Demak, Su’ali menambahkan, keberadaan Pondok Matan Darussalam sejak awal memang untuk menjawab kebutuhan kader mubalig Muhammadiyah, sekaligus untuk kaderisasi.
“Pendirian pondok ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran warga Muhammadiyah di tingkat cabang dan daerah terhadap terbatasnya ketersediaan mubaligh yang memiliki kompetensi keilmuan Islam secara mendalam,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Direktur MTS Pondok Matan Darussalam, Muhammad Jumali menambahkan, melalui pondok ini diharapkan akan lahir kader-kader ulama yang tak sebatas mampu, tapi juga memahami dan menguasai kitab klasik.
Selain itu, yang tak kalah penting juga untuk mkencetak kader yang kompeten dengan perkembangan zaman. Maka selain penguasaan kitab klasik, dari pondok ini juga ingin mencetak kader mubalig yang memiliki penguasaan ilmu-ilmu modern.






